Omni Hospital Alam Sutera
Jl. Alam Sutera Boulevard kav. 25
serpong - tangerang, 15325
phone : +62 21 5312 5555
fax. : + 62 21 5312 8666
UGD : +62 21 5312 8777






30.08.2010 :. News
Berbuka Puasa bersama Anak Yatim Piatu dan Wartawan Tangerang Selatan
--------------------------------------------
09.08.2010 :. News
Donor Darah dan Seminar Memahami Anak Berkebutuhan Khusus dalam rangka Hut Omni ke 3
--------------------------------------------
21.07.2010 :. News
Seminar Umum "Waspada Asteoporosis, Kolesterol dan Manopouse"
--------------------------------------------



2010-07-13 :. event
Hut Omni Ke -3
---------------------------------------------

2010-05-20 :. event
Sehat dengan Donor Darah
---------------------------------------------

2010-04-26 :. event
Talkshow " Kawasaki mengancam jantung buah hati kita"
---------------------------------------------





-

29 Agustus 2010, 09.44 WIB
-----------------------------------------
mama: Ny. Ida Mutaalida
papa: Tn.Wawan Ridwan



  Doctor Blog  


2010-04-19 :. blog
Perbedaan Anak Aktif dengan Anak Hiperaktif oleh : Joyce Novita, Psi.

Orangtua yang memiliki balita, bisa jadi suka dibuat kelelahan dengan tingkah laku anaknya. Ketika anak mulai bisa berjalan, orangtua kerap kali harus mengawasi dan menjaga anaknya yang selalu bergerak, berjalan kesana kemari. Hal ini sangat wajar terjadi karena mereka ingin mengeksplorasi dunia yang ada di sekitar mereka. Rasa ingin tahu akan berbagai hal-hal yang baru ditemuinya di dunia ini, membuat anak ingin mencoba untuk meraih, menyentuh, memegang, meraba, mencium atau berusaha memakan benda-benda yang ada di sekitarnya. Pada umumnya, orangtua pun melihat sikap anaknya yang selalu bergerak tersebut sebagai hal yang lumrah. ("Namanya juga baru bisa jalan. Jadi ya ingin jalan-jalan terus").



Akan tetapi, apa jadinya bila perilaku anak terus bergerak dan tidak bisa diam hingga usia 3 tahun, 5 tahun, atau 7 tahun? Tentunya orangtua sudah sangat kelelahan dan kewalahan mengikuti anaknya yang tidak bisa diam tersebut. Tidak jarang ada pula orangtua yang bingung dan bahkan merasa frustrasi karena tidak bisa mengontrol perilaku anaknya yang dipandang 'sangat aktif". Bila sudah sampai pada taraf ini, orangtua biasanya akan berusaha mencari tahu apa yang terjadi pada anaknya.
Kenapa anak saya tidak bisa diam? Kenapa anak saya seakan-akan tidak ada lelahnya? Kenapa anak saya sulit diberitahu/diatur?, terlebih juga bila ada informasi dari pihak guru yang menyampaikan bagaimana perilaku anak saat di sekolah yang juga menunjukkan sikap tidak bisa duduk diam dan rapi di kelas, selalu mengganggu teman di kelas, dan sebagainya.

Jason (6 tahun) seringkali ditegur guru di kelas karena kerapkali mondar mandir di kelas pada saat jam pelajaran berlangsung. Guru sulit untuk memintanya kembali duduk di kursinya. Untuk membuatnya kembali ke kursi, guru kerap kali perlu menarik atau mengangkat (menggendong) Jason untuk duduk di kursinya. Akan tetapi, tidak lama kemudian ia sudah menggoyang-goyangkan kakinya, berdiri naik turun kursi, mengelilingi kursinya, dan mulai berjalan-jalan kembali di antara meja teman-temannya. Tugas-tugas yang diberikan oleh guru pun seringkali tidak selesai dikerjakan olehnya.

Keisha (5 tahun) suka sekali bercerita. Ibunya mengatakan bahwa Keisha selalu mempunyai bahan untuk diceritakan kepada orangtua, teman, guru, bahkan orang yang baru dikenalnya sekalipun. Ia pun suka bertanya mengenai hal-hal yang baru ditemuinya. Di rumah, ia selalu melakukan kegiatan, entah melompat-lompat di atas tempat tidur, bermain sepeda, mengutak atik peralatan rias ibunya, dan lain sebagainya. Demikian pula halnya saat di kelas, tidak jarang guru menegur Keisha karena suka ditemukan sedang bercakap-cakap dengan temannya atau berjalan-jalan menghampiri meja teman-temannya.   

Anak yang aktif berbeda dengan anak yang hiperaktif. Dari segi sikap dan perilaku, orang awam seringkali sulit untuk membedakan. Seperti yang terdapat pada kedua kasus diatas (Jason dan Keisha). Sekilas tampak bahwa Jason dan Keisha termasuk anak yang tidak bisa diam dan tidak jarang terjadi kesalahan penilaian, yaitu Jason dan Keisha dicap sebagai anak yang hiperaktif. Hal ini dikarenakan biasanya orang awam berpatokan pada ukurannya sendiri. Bila orangtua atau guru sudah merasa kewalahan dengan sikap anak / muridnya, mereka merasa ada sesuatu yang tidak benar dengan anak / muridnya. Padahal belum tentu demikian.

Untuk dapat mengetahui perbedaannya, berikut ini akan dijabarkan apa yang menjadi ciri-ciri anak yang aktif dan anak yang hiperaktif.

Ciri - ciri Anak Aktif
  • Perilakunya mempunyai tujuan yang jelas.
  • Mampu untuk berkonsentrasi atau fokus.
  • Bisa diberitahu dan mematuhinya.
  • Mampu memecahkan suatu persoalan/permasalahan (problem solving), mampu menyelesaikan tugas maupun permainan. 
  • Ada saat anak merasa lelah.
  • Konstruktif
  • Umumnya mempunyai kecenderungan menjadi anak cerdas. Memiliki rasa ingin tahu dan kesempatan yang besar untuk mengetahui hal-hal baru.
Ciri ciri Anak Hiperaktif :
  • Tingkah lakunya tidak mempunyai tujuan yang jelas.
  • Mengalami kesulitan konsentrasi. Rentang perhatiannya sangat pendek (tidak lebih dari 5 menit).
  • Cenderung menentang.
  • Cenderung cepat bosan, sehingga tugas maupun permainan sering tidak selesai dikerjakan.
  • Anak seakan tidak kenal lelah..
  • Destruktif / merusak.
  • Kurang dapat bersosialisasi dengan baik dan cenderung impulsif (bertindak tanpa dipikirkan terlebih dahulu).
Dengan melihat ciri-ciri anak aktif dan anak hiperaktif diatas ini, maka dapat dikatakan bahwa Jason (pada ilustrasi diatas) dapat dikategorikan sebagai anak yang hiperaktif dan Keisha sebagai anak yang aktif.






--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
« back
 



 

   
Omni Groups
Home
Profile
Profile

Testimonial
Video Testimonial
Services
Specialist Services

Room Overview
Equipment
Facilities
Doctor
Doctor Schedule

Doctor Blog
Healthy Info
Community Board
Tips
Knowledge
News
News
Upcoming Events
Baby this Month
Contact
Address

Mail Form
Map
Additional
Consumer Care
Advertising