Dispepsia tidak boleh dibiarkan, harus ditangani dengan tepat selain dengan obat obatan juga pola makan yang baik. Oleh : dr. Imran Nito, Sp.PD
Suatu kumpulan gejala pada saluran cerna bagian atas yang dirasakan seperti rasa perih lambung, kembung, dan mual. Dimana pada pemeriksaan lanjut, tidak ditemukan keluhan kelainan pada organik saluran cerna bagian atas.
Hal yang mendasari keluhan, ada berbagai macam sebab diantaranya adalah :
-Pemakaian obat-obatan yang mengganggu dinding lambung seperti obat rematik.
-Makanan yang merangsang seperti terlalu pedas, penyakit saluran cerna juga membuat keluhan dispesia muncul seperti diare,
-Bahkan masalah pada kejiwaan juga dapat menimbulkan gangguan dyspepsia seperti depresi.
Pemeriksaan pada gangguan dyspepsia ini dimulai dengan :
-mendengarkan dengan baik uraian keluhan pasien, serta hal yang berhubungan dengan keluhan pasien sebagai contoh keluhan rasa perih, kembung apakah berhubungan dengan jadwal makan yang tidak teratur,
-apakah ada makanan yang terlalu pedas,
-apakah terdapat penyakit yang menyertai seperti diare, tifoid, demam dengue
-memahami aspek psikologis pasien seperti depresi (baru kena PHK dari pekerjaan, gangguan tidur, dll)
-dan jangan lupa untuk mengetahui apakah pasien sedang hamil atau tidak.
Pemeriksaan lanjutan pada kasus dyspepsia disesuaikan dari hasil anamnesis. Pemeriksaan yang dapat diambil adalah USG abdomen untuk menilai apakah terdapat batu empedu, pembesaran hati dan bentuk pankreas. Pemeriksaan lanjutan lain yang dapat diambil adalah pemeriksaan Endoskopi untuk menilai mukosa gaster (lambung) dan duodenum (usus dua belas jari)
Pengobatan pasien dengan keluhan dispepsia dimulai dengan perubahan gaya hidup yakni
-stop rokok
-jadual makan yang teratur,
-mengusap jenis makanan yang tidak terlalu merangsang
-stop alkohol
-hindari stress.
Adapun obat obatan yang biasa digunakan pada kasus dyspepsia adalah
-penetral asam lambung seperti antasida,
-mengurangi produksi asam lambung seperti obat dari golongan proton pump inhibitor, obat golongan prokinetik saluran cerna seperti domperidone.