Omni Hospital
Jl. Pulomas Barat Jakarta Timur
Telp. :(021) 4722719, 4723332
Fax. :(021) 4718081






10.08.2010 :. News
Senam sehat bersama askes
--------------------------------------------
02.08.2010 :. News
Seminar awam "Mengatasi nyeri pada profesional aktif"
--------------------------------------------
26.07.2010 :. News
Seminar "Mengatasi Masalah makan pada anak (Picky Eating)"
--------------------------------------------



2010-07-16 :. event
SEMINAR AWAM "Mengatasi nyeri pada profesional aktif"
---------------------------------------------

2010-07-09 :. event
Seminar "Masalah makan pada anak (Picky eating)"
---------------------------------------------

2010-06-28 :. event
Seminar Anak " Healthy Mom & Smart baby "
---------------------------------------------





Damica

20/08/2010 - 22.55 WIB
-----------------------------------------
mama: Ny. Jane .P
papa: Tn. Djoko



  Doctor Blog  


2010-03-22 :. blog
KANKER PAYUDARA oleh : dr. Henry Naland, Sp.B-Onk

Statistik kanker payudara di Indonesia sangat memprihatinkan. Tidak saja karena setiap tahunnya muncul 200.000 kasus baru, tetapi juga karena sebagian besar kasus kanker payudara yang terdeteksi dalam stadium 3 (kanker terdapat pada payudara dan kelenjar limfa di sekitarnya) dan stadium 4 (kanker sudah menjalar ke bagian tubuh lainnya), yakni sekitar 60-70% kasus. Sementara, jumlah kasus kanker payudara stadium 1 (kanker hanya terdapat pada payudara) kurang dari 10% kasus.




Kemungkinan sembuh seorang pasien sangat ditentukan oleh tingkat kondisi saat kanker payudara pertama ditemukan. Jika kanker ditemukan pada tingkat kondisi stadium 1, kemungkinan sembuh bisa mencapai 80-90%. Pada tingkat kondisi stadium 2 (kanker mulai menjalar ke kelenjar limfa di sekitarnya), kemungkinan sembuh menurun menjadi 60-70%. Pada tingkat kondisi stadium 3, kemungkinan merosot menjadi 30-40%. Yang terburuk adalah tingkat kondisi stadium 4, dengan presentase sembuh kurang dari 10%.

Sebenarnya, kanker payudara bisa ditumpas. Kuncinya adalah deteksi dan intervensi dini.

Masalahnya, sedikit sekali perempuan Indonesia yang menyadari pentingnya deteksi awal kanker payudara. Sebagian besar mengacuhkan anjuran untuk memeriksakan payudara. Mungkin, hal itu dikarenakan gambaran kanker yang menakutkan terlanjur terpatri, apalagi setelah mendengar bahwa kanker payudara adalah kanker dengan insidensi terbanyak kedua di Indonesia, setelah kanker mulut rahim. Diramalkan dalam 10 tahun mendatang, kanker payudara adalah kanker terbanyak di Indonesia. Karena untuk kanker mulut rahim telah ada pencegahannya dengan vaksinasi.

Padahal, tidak semua kelainan payudara disebabkan oleh kanker. Ada sejumlah kelainan payudara yang tidak terkait dengan tumor dan kanker, seperti kista (kantung berisi cairan atau materi semi solid yang tumbuh pada payudara) dan mastitis ( peradangan jaringan payudara).

Disamping itu, tidak semua tumor payudara bersifat ganas, dalam arti bisa berkembang menjadi kanker payudara. Sebagian besar (90%) benjolan payudara bersifat jinak, seperti Fibroadenoma Mamma (FAM) yang biasa dijumpai pada perempuan muda, atau intraductural papilloma, atau kista payudara.

Karena itu anda tidak perlu ragu melakukan SADARI (periksa payudara sendiri). Rabalah payudara searah jarum jam. Jika menemukan benjolan, area yang terasa nyeri, atau perubahan pada payudara, seperti benjolan yang tidak biasa ada di payudara, puting tertarik ke dalam, permukaan payudara menyerupai kulit jeruk, terdapat ulkus/borok, serta terjadi pembesaran kelenjar getah bening di ketiak atau leher, segera konsultasikan dengan dokter spesialis bedah tumor.

Dokter akan memastikan diagnosis kanker payudara dengan melakukan mammografi, yang tingkat keakuratannya mencapai 80-85%. Pemeriksaan ultrasonografi payudara (USG mamma), pemeriksaan patologi dan penanda tumor yang juga bisa mungkin dilakukan untuk memperkuat diagnosis.

Perempuan berusia antara 20-39 tahun sebaiknya rutin mammografi setiap 3 tahun sekali. Memasuki usia 50, frekwensinya harus lebih sering, yakni setahun sekali.

Jika semua langkah deteksi sudah ditempuh, mulai dari SADARI hingga mammografi, maka angka kematian akibat kanker payudara akan bisa ditekan. Akhirnya, peperangan melawan kanker payudara akan bisa dimenangkan.



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
« back
 



 

   
Omni Groups
Home
Profile
Profile

Testimonial
Video Testimonial
Services
Specialist Services

Room Overview
Equipment
Facilities
Doctor
Doctor Schedule

Doctor Blog
Healthy Info
Community Board
Tips
Knowledge
News
News
Upcoming Events
Baby this Month
Contact
Address

Mail Form
Map
Additional
Consumer Care
Advertising