| 
|
2010-07-02 :. blog
Tumor kandungan dan kanker leher rahim stadium dini dapat tidak memberikan gejala sama sekali. oleh : dr.Caroline Tirtajasa,Sp.OG
Kepada para ibu dan remaja putri yg berbahagia,
Tumor kandungan dan kanker leher rahim stadium dini dapat tidak memberikan gejala sama sekali. Karena itu, untuk mendeteksi adanya tumor kandungan dan kanker leher rahim sedini mungkin, lakukanlah skrining ginekologik berupa PAP smear dan USG transvaginal secara teratur. PAP smear ditujukan untuk deteksi dini adanya calon kanker leher rahim sedangkan USG transvaginal dilakukan untuk mengetahui adanya tumor kandungan seperti mioma atau kista.

Kepada para ibu dan remaja putri yg berbahagia,
Tumor kandungan dan kanker leher rahim stadium dini dapat tidak memberikan gejala sama sekali. Karena itu, untuk mendeteksi adanya tumor kandungan dan kanker leher rahim sedini mungkin, lakukanlah skrining ginekologik berupa PAP smear dan USG transvaginal secara teratur. PAP smear ditujukan untuk deteksi dini adanya calon kanker leher rahim sedangkan USG transvaginal dilakukan untuk mengetahui adanya tumor kandungan seperti mioma atau kista. Mioma adlah tumor kandungan yg berasal dari otot rahim sedangkan kista adalah tumor kandungan yg berasal dari indung telur. Penatalaksanaan tumor2 kandungan ini sangat bergantung dari letak dan ukurannya. Semakin kecil ukurannya maka semakin besar kemungkinan kita dapat mempertahankan rahim dan indung telur yg sehat. Di sinilah letak pentingnya kita melakukan USG untuk dapat mengetahui adanya tumor2 kandungan ini sedini mungkin. Bagaimana jika dari hasil USG diketahui adanya tumor kandungan dan harus dilakukan pengangkatan? Penatalaksanaan terkini untuk tumor kandungan adalah dengan bedah minimal invasive atau laparoskopi. Laparoskopi adalah teknik bedah minimal invasive yg dilakukan dengan membuat lubang kecil berdiameter 0,5 sampai 1 cm di dinding perut yg mempunyai beberapa keuntungan yaitu luka yg sangat kecil dan cepat pulih, masa rawat hanya 1 hari, masa pulih lebih cepat dan risiko perlengketan sesudah tindakan yg lebih kecil dibandingkan dengan teknik operasi biasa. Laparoskopi dapat dilakukan untuk pengangkatan mioma, kista, hamil di luar kandungan bahkan pengangkatan rahim itu sendiri jika diperlukan. Laparoskopi juga diindikasikan bagi pasangan suami istri dengan masalah infertilitas atau gangguan kesuburan. Bagi pasangan infertilitas maka laparoskopi dapat dilakukan untuk melihat langsung adanya kelainan yg ada pada organ kandungan sekaligus mengobatinya. Jadi prinsipnya adlah SEE and TREAT, lihat dan atasi kelainan tersebut. Ada kaitan yg erat antara infertilitas dengan bedah minimal invasive ini dimana pada kasus2 infertilitas maka kita harus dapat mempertahankan sedapat mungkin keutuhan rahim, indung telur serta saluran telur karena masih diperlukan untuk dapat mempunyai keturunan. Maka pada wanita dengan infertilitas karena tumor kandungan, teknik minimal invasive ini sangat cocok untuk preservasi atau mempertahankan keberadaan rahim dan sekitarnya selama dimungkinkan. Sebagai take home message dapat diringkas sebagai berikut: Pertama: lakukan skrining ginekologik dengan PAP smear dan USG untuk deteksi dini adnya kanker leher rahim dan tumor kandungan. Kedua: Laparoskopi adlah teknik bedah minimal invasive sebagai penatalaksanaan terkini kasus2 tumor kandungan dan infertilitas dengan prinsip See and treat, lihat kelainannya dan atasi kelainan tersebut. Ketiga: Bagi pasangan infertilitas, lakukanlah pemeriksaan HSG untuk mengetahui terbukanya saluran telur dan sperma analisis untuk mengetahui kualitas sperma.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
| |
|
|