• Home
  • Articles
  • Ketahui Faktor Risiko, Gejala dan Penanganan Batu Empedu
Ketahui Faktor Risiko, Gejala dan Penanganan Batu Empedu

Ketahui Faktor Risiko, Gejala dan Penanganan Batu Empedu

Kandung empedu adalah organ kecil berbentuk buah pir yang terselip di bawah hati Anda. Kandung empedu ini menyimpan empedu yaitu cairan yang membantu tubuh memecah lemak. Batu empedu adalah batu kecil yang terbentuk di dalam kantong empedu dapat berupa bintik-bintik kecil atau menjadi sebesar seluruh kantong empedu. Ada dua jenis utama batu empedu yaitu berupa kolesterol atau pigmen. Tipe batu empedu sangat penting untuk diketahui, karena batu kolesterol dapat lebih mudah diatasi dengan penanganan tanpa pembedahan dibandingkan jenis batu pigmen. Delapan puluh persen kasus batu empedu adalah tipe batu kolesterol, dan sisanya adalah batu pigmen.

Batu-Empedu.jpg

 

FAKTOR RISIKO TERJADINYA BATU EMPEDU

  • Wanita
  • Berusia 40 tahun keatas
  • Memiliki riwayat penyakit keluarga dan genetik
  • Kehamilan
  • Penggunaan obat-obatan yang mengandung estrogen (seperti pil KB)
  • Obesitas
  • Makan makanan tinggi lemak
  • Makan makanan rendah serat
  • Terlalu sering puasa atau menghilangkan waktu makan
  • Jarang sarapan
  • Penurunan berat badan yang terlalu cepat (termasuk pasien yang menjalani bedah penurunan berat badan)
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Diabetes mellitus
  • Penyakit sickle cell
  • Sirosis hati berat

GEJALA BATU EMPEDU

Pada sebagian besar kasus, batu empedu tidak menimbulkan gejala. Namun bila timbulkan gejala dapat berupa :

  • Sakit perut, seringkali di sisi kanan tepat di bawah tulang rusuk atau di perut bagian tengah atas atau disebut kolik bilier
  • Nyeri di bahu bagian belakang atau kanan
  • Mual dan muntah

Bila Anda memiliki batu empedu dan tidak menimbulkan gejala apapun, kemungkinan tidak memerlukan perawatan. Tetapi bila Anda mulai mengalami keluhan, dibutuhkan penanganan batu empedu. Keluhan dapat hilang timbul, dan kemudian memburuk seiring waktu.

Batu empedu dapat menjadi masalah serius apabila mengalami :

  • Ikterik (kulit dan mata berwarna kuning)
  • Infeksi kandung empedu
  • Robekan kandung empedu yag dapat timbulkan kematian
  • Peradangan pankreas

DIAGNOSIS BATU EMPEDU

Ada dua bagian untuk mendiagnosis batu empedu yaitu menentukan apakah ada batu empedu, dan menentukan apakah batu empedu adalah penyebab timbulnya gejala. Batu empedu biasanya ditemukan dengan pemeriksaan menggunakan ultrasound atau CT scan. Belum tentu gejala yang ada merupakan akibat batu empedu, untuk itu Dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lain untuk melihat keraguan hubungan antara batu empedu dengan gejala yang timbul tersebut.

PENANGANAN BATU EMPEDU

Ada dua pilihan penanganan batu empedu. Pilihan terbaik tergantung dari kondisi dan pilihan Anda.

  • Terapi bedah yaitu operasi pengangkatan kandung empedu dan batu empedu disebut sebagai kolesistektomi. Sebagian besar kasus, operasi kolesistektomi dilakukan dengan menggunakan instrumen kecil dan kamera video yang dimasukkan kedalam perut melalui luka sayatan kecil disebut sebagai kolesistektomi laparoskopi.
  • Terapi non-bedah untuk menghilangkan batu empedu dengan tetap mempertahankan kandung empedu. Pilihan terapi dapat berupa mengonsumsi obat-obatan atau penggunaan perangkat yang dapat memecah batu empedu. Obat-obatan hanya bekerja pada jenis batu empedu tertentu, dan membutuhkan waktu yang lama, dan batu dapat timbul kembali.

Pulomas dr. Tjhang Supardjo

Artikel ditulis oleh dr. Tjhang Supardjo, M.Surg, FCCS, Sp.B, FCSI, FInaCS, FICS, Dokter Spesialis Bedah di OMNI Hospital Alam Sutera.

Pendidikan & Pelatihan dr. Tjhang Supardjo, M.Surg, FCCS, Sp.B, FCSI, FInaCS, FICS :

  • Sarjana Kedokteran (S.Ked), Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta, 1990 - 1994
  • Profesi Dokter (Dr.), Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta, 1994 - 1998
  • Spesialis Bedah Umum, Zhejiang University, Hangzhou, China, 2006 - 2009
  • Subspesialisasi Hepatobiliary-Pancreatic Surgery & Liver transplantation, Zhejiang University, Hangzhou, China, 2009-2010
  • Adaptasi Bedah Hepatobiliary-Pancreatic, UNPAD-RSHS Bandung, 2011
  • Adaptasi Bedah Umum, UNPAD-RSHS Bandung, 2018
  • Fellowship, Hepatology Institute, Eastern Hepatobiliary Hospital (EHBH) Shanghai, China, 2004
  • Fellowship, Hepatobiliary Interventional Center, Zhejiang University Hospital. Hangzhou, China, 2011
  • Fellowship, Artificial Liver Supporting System (Liver Dialisys) Center, Zhejiang University Hospital, 2011
  • Fellowship, Living Donor Liver Transplantation, ASAN Medical Center, Seoul, Korea, 2012.
  • Pancreatic Cancer, Kyoto, Jepang.

Jadwal praktek :

  • Poli biasa :
  • Senin & Jumat : Pk. 09.00 - 12.00 WIB
  • Poli khusus dengan perjanjian :
  • Selasa, Rabu, Kamis & Sabtu : Pk. 09.00 - 11.00 WIB