Kenapa Takut Operasi

Kenapa Takut Operasi

Kalau mendengar kata Operasi pasti yang terpikir lebih seram dari film Horor, Lalu mulai kasak kusuk mencari jalan agar tidak usah Operasi. Nah Kadang jalan yang ditempuh itu salah karena malah memperberat atau bahkan menimbulkan komplikasi sampai kematian. Perlu diketahui bahwa Ketakutan itu bukan salah pasien saja tapi, ada andil nakes di Indonesia yang belum menjalankan apa yang di pelajari waktu pendidikan dengan baik.

Tugas seorang dokter adalah :

  1. Promosi atau memberikan penerangan / edukasi tentang berbagai macam penyakit ke masyarakat agar pola pikir terbentuk dan keberanian timbul untuk mencari pengobatan medis ke dokter.
  2. Preventif yaitu sejalan dengan edukasi maka seorang dokter harus mampu mencegah suatu penyakit menjadi parah atau bahkan mencegah pasien terkena penyakit tersebut.
  3. KURATIF nah kenapa saya tekankan karena ini yang paling banyak dilakukan dokter di Indonesia yaitu mengobati dan memberikan obat atau langsung operasi.
  4. Rehabilitasi yaitu kemampuan seorang dokter dalam mengembalikan kondisi pasien ke keadaan semula atau mendekati kondisi awal.
  5. Monitoring atau memantau kondisi pasien,  nah ini adalah tugas dokter yang sering terabaikan, bayangkan kalau Bengkel mobil saja memantau mobil sehabis servis, kok tidak ada yang memantau pasien selama dia dirumah ?. Padahal teknologi medsos menunjang ke arah itu.

Kembali ke Fokus operasi, bila semua point itu dijalankan maka pasien yang tadinya takut mau di operasi akan mempunyai keberanian karena dia tahu berada di tangan yang aman. Apalagi teknologi pembedahan sekarang sudah sangat maju dan benar-benas menekankan pada kenyamanan pasien pasca operasi. Contoh yang saya lakukan adalah mengedukasi pasien melalui Youtube, whatsapp, Instagram dll lalu mencegah kesakitan pasien lebih parah berikutnya memberikan terapi yang minimal infasiv seperti

  1. Laser dan Radio frekwensi untuk Wasir yang dilakukan tanpa membuang wasir tapi langsung mengempeskannya karena selaput diatas wasir berguna mengurangi nyeri saat bab pertama kali.
  2. Laparoskopi satu lubang dari pusar saja sehingga luka minimal, nyeri minimal dan kosmetiknya luka tak terlihat lagi
  3. Laser untuk Fistula ani yaitu teknologi terbaru untuk Fistula ani yang terkenal bandel sering kambuh dan makin lama makin susah operasinya. Dengan menggunakan teknologi laser maka resiko terpotongnya otot anus akan minim sehingga tetap bisa menahan BAB spt sedia kala.
  4. Terkahir teknologi operasi Hernia dengan Laparoskopi atau dengan Mesh dua lapis. Dengan teknologi ini maka pasien dimungkinkan tetap bekerja sesuai kondisi awal. Terapi ini cocok untuk pekerja berat, binaraga, atlit dll sehingga mereka tetap dapat berprestasi.

Bila pasien sudah teredukasi jelas, melihat dengan nyata teknik operasi yang akan digunakan maka pasien akan mempunyai keberanian untuk menjalani operasi. Pasca operasi kita dapat memonitoring pasien dengan whatsapp group sehingga bisa saling sharing pengalamannya, tentu saja buat yg mau saja ya. Kalau keberatan maka akan di monitoring private, kapan saja pasien merasa khawatir dapat menghubungi dokternya. Jadi kalau dokter sudah menjalan kan point2 diatas maka saya rasa pasien tidak akan takut menjalankan terapi medis Khususnya operasi

Kalau saya bisa Anda Pasti bisa. Pasien butuh teman dan keluarga so Be one for Them. 

Pulomas dr. Tony Sukentro

Artikel ditulis oleh dr. Tony Sukentro, Sp.B, Dokter Spesialis Bedah OMNI Hospital Pulomas

Pendidikan & pelatihan dr. Tony Sukentro, Sp.B :

  • S1 Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atmajaya
  • S2 Dokter Spesialis Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Jadwal praktek :

Senin – Sabtu        :  Pk. 09.00 - 16.00 WIB