Pulomas DOCTORS

DR. dr. Aris Wibudi, Sp.PD-KEMD

Doctor

Pulomas DR. dr. Aris Wibudi

Dokter Spesialis Endokrin

Pria kelahiran Walikukun, 27 April 1954 silam, memiliki nama lengkap Aris Wibudi. Mengenyam pendidikan Dokter Umum di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, lulus tahun 1979 dan melanjutkan pendidikan Pascasarjana bagian penyakit dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, lulus pada tahun 1991. Dr. Aris memiliki banyak pengalaman yaitu lulus sebagai Dokter Wamil pada tahun 1980, Dokter Batalyon Infanteri 741, Singaraja pada tahun 1980 – 1983, Dokter Batalyon Infanteri 745, Baucau 1983 - 1984, Wadan Den Kes Rem Dili Timor Timur tahun 1984 – 1985 dan Dokter Poli Penyakit dalam di Rumah Sakit Moh. Ridwan Maureksa tahun 1991 sampai dengan sekarang. Saat ini Dr. Aris Wibudi bekerja di OMNI Hospitals Pulomas sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Endokrinologi, Metabolisme dan Diabetes.

Work Experiences

  • Lulus sebagai Dokter Wamil tahun 1980
  • Dokter Batalyon Infanteri 741, Singaraja 1980 - 1983
  • Dokter Batalyon Infanteri 745, Baucau 1983 - 1984
  • Wadan Den Kes Rem Dili Timor Timur 1984 - 1985
  • Dokter Poli Penyakit Dalam di RS Moh. Ridwan Maureksa tahun 1991 - sekarang
  • Dokter Spesialis Endokrin OMNI Hospital Pulomas

Specialities

  • S1 Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta, tahun 1979
  • S2 Spesialis Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta, tahun 1991
  • Kenali dan Kendalikan Penyakit Diabetes

    Epidemi diabetes di Indonesia cenderung meningkat. Indonesia menduduki peringkat keenam di dunia dengan jumlah penyandang diabetes usia 20-79 tahun sekitar 10,3 juta orang berdasarkan laporan International Diabetes Federation (IDF) Atlas

    Read More

    Epidemi diabetes di Indonesia cenderung meningkat. Indonesia menduduki peringkat keenam di dunia dengan jumlah penyandang diabetes usia 20-79 tahun sekitar 10,3 juta orang berdasarkan laporan International Diabetes Federation (IDF) Atlas 2017.

    Kadar gula darah yang tinggi dalam darah dapat menjadi masalah kesehatan yang serius. Semua sel dalam tubuh membutuhkan gula untuk bekerja secara normal. Gula masuk ke dalam sel dengan bantuan hormon yang dihasilkan pankreas disebut insulin. Jika tidak ada cukup insulin, atau jika tubuh berhenti merespons insulin, gula menumpuk di dalam darah. Itulah yang terjadi pada penderita diabetes.

    Biasanya diabetes tipe 2 jarang menimbulkan gejala. Ketika gejala muncul, biasanya keluhan yang terjadi antara lain :

    • Sering buang air kecil
    • Rasa haus yang berlebihan
    • Penglihatan buram
    • Rasa lapar yang berlebihan
    • Mudah merasa lelah
    • Serta penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya.

    Meskipun diabetes tipe 2 mungkin tidak membuat Anda merasa sakit, namun akan menimbulkan masalah serius jika tidak diobati. Diabetes tipe 2 dapat mengakibatkan terjadinya serangan jantung, stroke, gangguan ginjal, gangguan penglihatan hingga kebutaan, rasa nyeri atau mati rasa pada tangan dan kaki, sampai dengan kebutuhan amputasi pada jari, kaki dan bagian tubuh lainnya.

     

    Faktor risiko terkena diabetes tipe 2 antara lain :

    • Berat badan berlebih atau obesitas
    • Kurangnya aktivitas fisik
    • Riwayat diabetes dalam keluarga
    • Bertambahnya usia
    • Diabetes pada kehamilan
    • Sindrom ovarium polikistik pada wanita
    • Tekanan darah tinggi
    • Abnormalitas level kolesterol dan trigliserida.

    Gaya hidup sehat dapat menjadi pilihan untuk mencegah terjadinya diabetes, seperti memilih makanan sehat yaitu rendah lemak dan kalori serta tinggi serat seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian (whole grain).

    Lebih banyak melakukan aktivitas fisik, usahakan aktivitas fisik sedang selama 30 menit setiap hari. Berjalan cepat, bersepeda, atau berenang dapat menjadi pilihan, namun bila tidak memungkinkan melakukan aktivitas olahraga dengan jangka waktu panjang, dapat membagi aktivitas menjadi sesi-sesi kecil yang tersebar sepanjang hari. Kurangi kelebihan berat badan dengan pendekatan kebiasaan makan sehat dan olahraga.

    Untuk mengetahui apakah Anda memiliki diabetes, dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan gula darah. Menurut Konsensus PERKENI 2015, seseorang termasuk kriteria diabetes apabila:

    • Glukosa darah puasa ≥126 mg/dl, atau
    • Glukosa darah ≥200 mg/dl 2 jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) dengan beban glukosa 75 gram, atau
    • Glukosa darah sewaktu ≥200 mg/dl dengan keluhan klasik (poliuria, polidipsia, polifagia dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya), atau
    • Hasil HbA1c ≥6,5%

    Lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kadar gula darah Anda! Bila Anda terdiagnosis diabetes tipe 2, jangan panik! Konsultasikan masalah Anda dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin-Metabolik-Diabetes untuk membantu menentukan pilihan terapi penanganan diabetes Anda.

     

    Jadwal Praktik Dokter :

    OMNI Hospitals Pulomas

    OMNI Hospitals Alam Sutera 

    OMNI Hospitals Cikarang

    OMNI Hospitals Pekayon

Jadwal Praktek Dokter

Senin & Kamis    :  19.00 - 21.00 WIB (Appt)