Pulomas DOCTORS

dr. Seno Budi Santoso, Sp.B-KBD

Doctor

Pulomas dr. Seno Budi Santoso

Dokter Spesialis Bedah, Konsultan Bedah Digestive

Specialities

  • Dokter Umum Fakultas Kedokteran UNS Surakarta, 1994 - 2000
  • Spesialis Bedah Umum Fakultas Kedokteran UGM Jogjakarta, 2001 - 2006
  • Konsultan Bedah Digestif FK UI Jakarta, 2010 - 2012

Experiences

  • Obs + WS Advanced Laparoscopy Colorectal and Anal Surgery, Research Institute Against Digestive Cancer (IRCAD), Taiwan, 2015
  • Obs + WA Advanced Endoluminal Surgery, National University Hospital (NUH), Singapura, 2017
  • WS Neo and Adjuvant Chemoterapy for Surgery Malignancy, Jakarta, 2012.

Work Experiences

  • RSUD Bengkalis RIau, 2006-2010
  • RSUP Persahabatan, 2012
  • RS Bethsaida Tangerang, 2012-2014
  • RS ANtam Medika Jakarta, 2012
  • RS SIloam Simatupang Jakarta, 2014
  • Dokter Spesialis Bedah Digestive OMNI Hospitals Pulomas, 2019 - sekarang.

Organization Experiences

  • Staf Div Bedah Digestif SMF Bedah RSUP Persahabatan, 2012
  • Kepala Instalasi Bedah Sentral RSUP Persahabatan, 2015
  • Ketua Tim Pengendalian Resistensi Antimikroba (PRA) RSUP Persahabatan, 2014-2018.
  • BATU KANTUNG EMPEDU (KOLESISTOLITIASIS)

    ­­

    Kolelitiasis adalah kelainan di mana terdapat batu pada kantung empedu . Keberadaan batu di kantung tersebut terkadang tidak menimbulkan gejala apa apa atau asimptomatik tetapi juga dapat menimbulkan gejala atau

    Read More

    ­­

    Kolelitiasis adalah kelainan di mana terdapat batu pada kantung empedu . Keberadaan batu di kantung tersebut terkadang tidak menimbulkan gejala apa apa atau asimptomatik tetapi juga dapat menimbulkan gejala atau simptomatik, baik ringan seperti gejala maag lambung, hingga dapat menyebabkan gejala berat seperti kuning dan infeksi berat. Sering pasien merasa menderita sakit maag atau gastritis tetapi tidak membaik dengan meminum obat lambung. Oleh karena itu penting bagi kita untuk dapat mengenal batu kantung empedu.

    Ada 3 jenis batu kantung empedu yang biasa kita temukan yaitu batu kolesterol, batu pigmen/ batu infeksi, atau campuran dari batu kolesterol dan infeksi. Batu kolesterol merupakan batu tersering ditemukan di kantung empedu. Batu kolesterol terbentuk dikarenakan adanya kelebihan kolesterol dibandingkan dengan jumlah cairan empedu yang bertugas untuk melarutkan lemak, sehingga terjadi super saturasi empedu dan terbentuk kristal yang makin lama berubah menjadi batu. Batu pigmen dapat terbentuk akibat pelepasan bilirubin, zat kuning hasil pemecahan darah, dari saluran empedu yang komponen tidak larut airnya bergabung dengan kalsium sehingga membentuk batu.

    Faktor risiko batu kantung empedu diantaranya adalah :

    • Wanita,
    • Usia di atas 40 tahun,
    • Kegemukan,
    • Suka makan makanan berlemak, dan
    • Riwayat kehamilan.

    Tanda dan Gejala

    Sebagian pasien dengan batu kandung empedu tidak merasakan apa apa. Keberadaan batu sering ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan kesehatan lainnya. Keluhan utama pasien yang menderita batu kantung empedu adalah nyeri pada perut di daerah kanan atas , Nyeri hebat hilang timbul pada ulu hati atau perut sisi kanan atas yang menjalar ke punggung sebelah kanan. Nyeri muncul terutama 1-2 jam setelah makan, terutama setelah makan makanan berlemak. Setiap nyeri muncul, durasinya dapat berlangsung antara 30 menit hingga 6 jam, kadang disertai mual dan muntah.

    Selain ciri di atas, perlu diketahui bahwa pasien harus segera ke rumah sakit apabila terdapat gejala mata menjadi kuning, urine/kencing menjadi seperti teh, feses/tinja menjadi berwarna pucat. Kadang disertai pula demam tinggi. Apabila terjadi kondisi ini, segera ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Kondisi ini terjadi dikarenakan adanya infeksi hebat yang melibatkan saluran empedu atau batu ada yang masuk ke saluran empedu dan menimbulkan sumbatan aliran empedu. Diharapkan pasien sudah menjalani terapi atau tindakan sebelum gejala berat terjadi.

    Pemeriksaan

    Pada pemeriksaan fisik, dapat tidak ditemukan kelainan pada perut, tetapi dapat pula terasa nyeri saat ditekan di ulu hati atau di perut sisi kanan atas. Kadang terjadi demam, mual, muntah dan badan menjadi kuning .Dokter kemudian akan menganjurkan pemeriksaan darah untuk melihat adanya tanda-tanda radang dan tanda sumbatan saluran empedu. Pemeriksaan radiologis yang penting dan cepat untuk menegakkan diagnosis adalah USG perut. Apabila dibutuhkan, dapat dilakukan pemeriksaan radiologis lanjutan berupa MRCP (Magnetic resonance cholangiopancreatography) sesuai indikasi. Dilakukan MRCP bila terdapat gejala kuning atau peningkatan kadar bilirubin darah.

    Tata Laksana

    Pada batu empedu yang tidak menimbulkan gejala, tata laksana tanpa operasi dapat dipertimbangkan. Pertimbangan tergantung dari keuntungan dibandingkan dengan risiko operasinya. Yang perlu dipahami oelh pasien adalah selama masih ada batu di dalam kantung empedu maka gejala tersebut akan bisa berulang lagi. Apabila batu empedu menimbulkan keluhan, tata laksananya adalah dengan operasi. Dengan kemajuan tehnologi ada dua pilihan operasi ,secara open/konvensional dan secara minimal invasive/laparascopi, operasi dilakukan utamanya dengan laparoskopi bila di RS tersebut ada fasilitas da nada dokter yang kompeten melakukan laparascopi, yaitu dengan membuat sayatan kecil di perut untuk memasukkan kamera dan peralatan operasi lain seperti gunting dan pemegang jaringan untuk operasi. Kelebihannya adalah luka bekas operasi minimal/kecil sehingga secara kosmetik lebih baik dan pasien dapat dengan cepat kembali beraktivitas. Pada kondisi dengan adanya penyulit, operasi dengan laparoskopi dapat dikoversi/berubah menjadi operasi dengan sayatan yang lebar untuk dapat mengontrol komplikasi.

    Pulomas dr. Seno Budi Santoso

    Artikel ini ditulis oleh dr. Seno Budi Santoso, Sp.B-KBD, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestive OMNI Hospital Pulomas

    Pendidikan & pelatihan dr. Seno Budi Santoso, Sp.B-KBD :

    • Dokter Umum Fakultas Kedokteran UNS Surakarta, 1994 - 2000
    • Spesialis Bedah Umum Fakultas Kedokteran UGM Jogjakarta, 2001 - 2006
    • Konsultan Bedah Digestif FK UI Jakarta, 2010 - 2012

    Jadwal praktek :

    Selasa, Kamis & Jumat : Pk.17.00 – 20.00 WIB

Jadwal Praktek Dokter

Selasa, Kamis & Jumat     :  17.00 - 20.00 WIB