Pulomas DOCTORS

Dr. Aulia Sani, Sp.JP(K), FJCC, FIHA, FAsCC, FICA

Doctor

Dokter Spesialis Jantung

Pria kelahiran Bogan Siapi Api, 9 Mei 1945 silam, bernama lengkap Aulia Sani. Dengan latarbelakang strata satu pendidikan dokter umum Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, 25 Mei 1975. Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 1985. Didukung juga dengan mengikuti berbagai pelatihan seperti Training on Cardiac Rehabilitation in Cardiac Rehabilitation Hoehenried, Jerman, 1987. Japanesse Council for Medical Training Programe Toranomon Hospital, Tokyo, Jepang, 1994. Sertifikat Konsultan Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, 1 Oktober 1998. Cardiac Rehabilitation Training in Heart Research Center Melbourne, Australia, 1998. Study on Educational System and Hospital Managegement, Japanesse Coucil for Medical Training, 1997. Economic and Management of Health Care Executive Development Program National University of Singapore, The NUS Business School, Singapore General General Hospital, Postgraduate Institute, 1 Februari 2000. The Bill and Melinda Gates Institut Bloomberg School of Public Health. The John Hopkins University and Ministry of Health Republic of Indonesia. Fellow of The Japanese College of Cardiology (FJCC) elected by Japanese College of Cardiology, September 24, 2001, Hiroshima Jepang dan Fellow of Indonesian Heart Association (FIHA) November 16, 2003.

Ayah dua puteri ini juga aktif dalam berorganisasi dan pernah menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Vaskuler Indonesia (ANVIN) Pusat 2004-2012, Anggota Badan Penyantun Yayasan Jantung Indonesia Pusat 2003-sekarang, Ketua III Badan Pengurus Pusat Yayasan Jantung Indonesia 1998-2003, Anggota Bagian Penerangan Yayasan Jantung Indonesia Pusat 1993-1998, Anggota Badan Pelaksana Klub Jantung Sehat, Yayasan Jantung Indonesia Pusat 1983-1988, 1988-1993, Anggota Bagian Medis Klub Jantung Kuningan Yayasan Jantung Indonesia 1981-1987, Ketua cabang Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiobaskuler Indonesia (PERKI) Jakarta 2000-2002, Wakil Sekretaris Jendral PERKI Pusat 1995-1999, Anggota PERKI Jaya 1981-sekarang dan Anggota IDI 1974 sampai sekarang.

Dokter spesialis heart / cardio vaskular di OMNI Hospital Pulomas, memiliki rekam jejak karier yang mumpuni dibidangnya yaitu Direktur Utama Pusat Jantung Nasional Harapan Kita 2001-2005, Direktur Rumah sakit Jantung Harapan Kita 1998-2001, Wakil Direktur Penunjang Medik dan Pendidikan Rumah Sakit Jantung Hrapan Kita 1987-1994, Panitia lelang dan Pengadaan barang Rumah Sakit Jantung Harapan Kita 1987-1994, Kepala seksi Penunjang Medik Direktorat Penunjang Medik dan Pendidikan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita 1987-1994, Anggota SMF Rehabilitasi Rumah Sakit Jantung Harapan Kita / Staf Pengajar Bagian Kardiologi FKUI 1985-sekarang, Peserta Program Study Ilmu Pengakit Jantung dan Pembuluh Darah Bagian Kardiologi FKUI/RSCM 1981-1984, Kepala Puskesmas KecamatanSiak Hulu, Kabupaten Kampar, di Simpang Tiga Propinsi Riau, Kepala Puskesmas Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Kampar Teluk dalam Propinsi Riau 1976-1977, Kepala RSU Pembantu Bangkinang Kabupaten Kampar Bangkinang 1975-1976, dan Dokter di perbantukan pada RSU Pekan Baru, Riau 1974-1975.

Training Experience

  • Training on Cardiac Rehabilitation, In Cardiac Rehabilitation Hoehenried, Jerman, 1987
  • Japanesse Council for Medical Training Programe Toranomon Hospital, Tokyo, Jepang, 1994
  • Cardiac Rehabilitation Training in Heart Research Center Melbourne, Australia, 1998
  • Pelatihan Staf Pelaksana Administrasi Menengah (SPAMA) 1997
  • Pelatihan Staf Pelaksana Administrasi Menengah (Spamen) Lembaga Administrasi Negara (LAN) 1998

Specialities :

  • Dokter Umum, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, 25 Mei 1974
  • Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 1985
  • Training on Cardiac Rehabilitation, In Cardiac Rehabilitation Hoehenried, Jerman, 1987
  • Japanesse Council for Medical Training Programe Toranomon Hospital, Tokyo, Jepang, 1994
  • Sertifikat konsultan Dokter Spesialis Penyakit Jantung & Pembuluh Darah, 1 Oktober 1998
  • Cardiac Rehabilitation Training in Heart Research Center Melbourne, Australia, 1998
  • Study on educational System and Hospital Management, Japanesse Council for Medical Training, 1997
  • Pelatihan Staf Pelaksana Administrasi Menengah (SPAMA) 1997
  • Pelatihan Staf Pelaksana Administrasi Menengah (Spamen) Lembaga Administrasi Negara (LAN) 1998
  • Economic and Management of Health Care Executive Development Program national University of Singapore. The NUS Business Shool. Singapore General General Hospital, Postgraduate Institute 1 Februari 200
  • The Bill and Melinda Gates Institut Bloomberg School of Public Health. The John Hopkins University and Ministry of Health Republic of Indonesia
  • Fellow of The Japanese College of Cardiology (FJCC) elected by Japanese College of Cardiology, September 24, 2001, Hiroshima Jepang
  • Fellow of Indonesian Heart Association (FIHA) November 16, 2003

Work Experiences

  • Direktur Utama Pusat Jantung Nasional Harapan Kita 2001-2005
  • Direktur Rumah sakit Jantung Harapan Kita 1998-2001
  • Wakil Direktur Penunjang Medik dan Pendidikan Rumah Sakit Jantung Hrapan Kita 1987-1994
  • Panitia lelang dan Pengadaan barang Rumah Sakit Jantung Harapan Kita 1987-1994
  • Kepala seksi Penunjang Medik Direktorat Penunjang Medik dan Pendidikan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita 1987-1994
  • Anggota SMF Rehabilitasi Rumah Sakit Jantung Harapan Kita / Staf Pengajar Bagian Kardiologi FKUI 1985-sekarang
  • Peserta Program Study Ilmu Pengakit Jantung dan Pembuluh Darah Bagian Kardiologi FKUI/RSCM 1981-1984
  • Kepala Puskesmas KecamatanSiak Hulu, Kabupaten Kampar, di Simpang Tiga Propinsi Riau
  • Kepala Puskesmas Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Kampar Teluk dalam Propinsi Riau 1976-1977
  • Kepala RSU Pembantu Bangkinang Kabupaten Kampar Bangkinang 1975-1976
  • Dokter di perbantukan pada RSU Pekan Baru, Riau 1974-1975
  • Makanan Bukan Penyumbang Terbesar Kolesterol

    Makanan berlemak sering diartikan sebagai penyumbang utama kolesterol, terutama kolesterol "jahat" atau low density lipoprotein(LDL) di dalam darah. Namun sebenarnya makanan hanya menyumbang sekitar 20 persen dari total kadar kolesterol

    Read More

    Makanan berlemak sering diartikan sebagai penyumbang utama kolesterol, terutama kolesterol "jahat" atau low density lipoprotein(LDL) di dalam darah. Namun sebenarnya makanan hanya menyumbang sekitar 20 persen dari total kadar kolesterol dalam darah.

    Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah OMNI Hospital Pulomas dr. Aulia Sani mengungkapkan, penyumbang terbesar kolesterol di dalam darah sejatinya adalah organ hati, yaitu sebanyak 80 persen.

    Dengan kata lain, sebagian besar kolesterol dihasilkan dari dalam tubuh. Hanya saja, imbuh Aulia, kemampuan untuk menentukan banyak atau sedikitnya produksi kolesterol tergantung dari masing-masing individu.

    "Biasanya tergantung faktor keturunan dan gaya hidup," papar mantan Direktur Utama Pusat Jantung Harapan Kita dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/6/2013).

    Faktor keturunan untuk produksi kolesterol tinggi dalam tubuh terjadi pada artis dan presenter Erwin Parengkuan yang ikut hadir dalam konferensi pers tersebut. Ia mengaku sangat pemilih dalam soal makanan. Ia selalu menghindari makanan tinggi lemak, berpengawet, ataupun berwarna kimia.

    Namun ia terkejut kadar kolesterol total dalam darahnya ternyata cukup tinggi, yaitu 206 mg/dL. Diketahui kadar kolesterol total seharusnya kurang dari 200 mg/dL.

    "Saya periksakan ke dokter, dan dikatakan kolesterol saya tinggi akibat faktor keturunan. Poinnya, makan sehat yang selama ini saya jalankan ternyata belum cukup untuk menjaga kadar kolesterol saya tetap normal," tuturnya.

    Ia pun disarankan untuk menjalankan olahraga teratur, minimal tiga kali seminggu dengan waktu minimal 30 menit. Olahraga yang disarankan berupa berjalan kaki yang memiliki gerakan yang stabil. Selain itu, Erwin juga disarankan mengonsumsi obat penurun kolesterol.

    Kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks atau lipid yang bentuknya serupa serpihan lilin yang berwarna putih kekuningan. Kolesterol sebenarnya diperlukan oleh tubuh untuk membantu membran sel, membentuk asam empedu yang mencerna makanan di usus, membentuk vitamin D dan hormon-hormon seperti estrogen pada wanita dan testosteron pada pria.

    Kendati demikian, kolesterol juga ada yang bersifat "jahat", yaitu LDL. Kolesterol ini membawa lemak dari hati ke jaringan sehingga dapat memicu penumpukan lemak di jaringan. LDL yang tinggi di dalam darah diketahui merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit kardiovaskular. "Maka gaya hidup seperti tidak merokok dan olahraga teratur sangat berpengaruh terhadap kadar kolesterol total dalam tubuh," pungkas Aulia. (Sumber: Kompas.com)

Jadwal Praktek Dokter

Senin                           :  15.00-20.00 WIB

Selasa & Kamis            :  08.00-14.00 WIB

Jumat                           :  15.00-19.00 WIB

Sabtu                           :  14.00-16.00 WIB