Pulomas DOCTORS

dr. Aldo Fransiskus Marsetio, BMedSc, SpOT

Doctor

Pulomas dr. Aldo Fransiskus Marsetio

dr. Aldo Fransiskus Marsetio, BMedSc, SpOT adalah seorang Dokter Spesialis Orthopedi & traumatologi yang aktif melayani pasien di OMNI Hospital Pulomas. dr. Aldo Fransiskus Marsetio, BMedSc, SpOT mendapatkan gelar kedokterannya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Indonesia dan The University of Melbourne Faculty of Medicine, Dentistry and Health Sciences (Bachelor of Medical Science)

EDUCATION

  • The University of Melbourne

  • Faculty of Medicine, Dentistry and Health Sciences (Bachelor of Medical Science)

  • Universitas Indonesia – Faculty of Medicine, International Class (General Practitioner) Universitas Indonesia – Faculty of Medicine (Orthopaedic and Traumatology)

  • Chiang Mai University (Fellowship on General Orthopaedic)

PROFESSIONAL EXPERIENCE

  • Editor and contributor at Tanyadok.com (PT. Atoma Medical)

  • Internship Doctor at RSUD dr. Abdul Aziz, Singkawang, Kalimantan Barat

  • Research assistant at Stem Cell Unit Service, Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta

  • General Practitioner at Aramintha Clinic, Cempaka Putih, Jakarta

  • Orthopaedic and Traumatology specialist at Columbia Asia Hospital, Pulomas, Jakarta

RESEARCH & PUBLICATIONS

  • The Needs of Current Implant Technology in Orthopaedic Prosthesis Biomaterials Application to Reduce Prosthesis Failure Rate. Journal of Nanomaterials Vol. 2016, Article ID 5386924, 9 pages. DOI: 10.1155/2016/5386924.

  • Comparison of Glucosamine-Chondroitin Sulfate with and without Methylsulfonylmethane in Grade I-II Knee Osteoarthritis: A Double Blind Randomized Controlled Trial. Acta Med Indonesiana 2017 Apr;49(2):105-111.

  • Bioreactor as a New Resource of Autologous Bone Graft to Overcome Bone Defect In Vivo. Clinical Reviews in Bone and Mineral Metabolism 2017 Aug 15(4): 139-150. DOI: 10.1007/s12018-017-9237-5.

  • Magnesium alloys and composites as biodegradable biomaterial in orthopaedic: a literature analysis and preliminary report. eCM Online Periodical 2018, Collection 3: eCM Conference Abstracts (page 41). DOI: 10.13140/RG.2.2.14331.36645.

  • Intra-articular Recombinant Human Growth Hormone Injection Compared with Hyaluronic Acid and Placebo for an Osteoarthritis Model of New Zealand Rabbits. Knee Surgery & Related Research 2019 Mar; 31(1): 44-53. DOI: 10.5792/ksrr.18.062.

  • Magnesium-carbonate apatite metal composite: Potential biodegradable material for orthopaedic implant. AIP Conference Proceedings 2019 Apr 2092(1):020021. DOI: 10.1063/1.5096689.

  • The potential of carbonate apatite as an alternative bone substitute material. Medical Journal of Indonesia 2019 May;28(1):92-7. DOI: 10.13181/mji.v28i1.2681.

  • Microstructure and microhardness of carbonate apatite particle- reinforced Mg composite consolidated by warm compaction for biodegradable implant application. Material Research Express 2020 March. DOI 10.1088/2053-1591/ab7d70.

  • Characteristics Investigation of the Initial Development of Miniplate Made from Composite of Magnesium/Carbonate Apatite Fabricated by Powder Metallurgy Method for Biodegradable Implant Applications. Key Engineering Materials 2020;833:194–8. DOI 10.4028/www.scientific.net/kem.833.194.

AWARDS AND OTHER PUBLICATIONS

  • Second place – Poster presentation (Case Report): The 25th Jakarta Diabetes Meeting “Comprehensive Diabetes Care”, 12th – 13th November 2016, Shangri-La Hotel, Jakarta.

  • Book: 58 QA Seputar Diet, Makanan, dan Suplemen. Publisher: Penebar Plus. Year: 2012.

 

 

  • Frozen Shoulder, Nyeri Bahu yang Mencekam

    Menjalani hari dengan nyeri di area bahu dapat mengganggu aktivitas, kualitas hidup dan tidur seseorang. Pada penyakit frozen shoulder, penderitanya akan merasakan nyeri dan kekakuan pada sendi bahu. Jika tidak

    Read More

    Menjalani hari dengan nyeri di area bahu dapat mengganggu aktivitas, kualitas hidup dan tidur seseorang. Pada penyakit frozen shoulder, penderitanya akan merasakan nyeri dan kekakuan pada sendi bahu. Jika tidak ditangani dengan tepat, disabilitas yang disebabkan penyakit ini dapat menjadi semakin berat. Untungnya penyakit ini masih dapat sembuh sendiri, walaupun, membutuhkan waktu yang sangat lama dan kegigihan berlatih.

    Mengenal Sendi Bahu

    Sendi bahu merupakan struktur sendi kompleks yang juga terdiri atas sekumpulan struktur tulang, kapsul serta serangkaian otot dan urat yang menyelimutinya. Semua struktur ini saling mendukung satu sama lain untuk memungkinkan sendi bahu seseorang tetap pada tempatnya dan melakukan berbagai macam gerakan bahu. Sendi bahu memiliki ruang lingkup gerak yang paling luas dibandingkan dengan sendi-sendi lainnya di tubuh manusia.

    Penyebab Frozen Shoulder

    Kelainan yang mendasari frozen shoulder adalah proses inflamasi (radang) pada struktur kapsul sendi bahu. Penyebab persisnya belum diketahui, namun sering berkaitan erat dengan kasus cidera atau trauma, penggunaan/bekerja secara berlebihan, atau imobilisasi berkepanjangan akibat cidera, operasi, atau stroke, atau karena penyakit lain seperti diabetes, penyakit jantung, kelainan tiroid, dan Parkinson. Inflamasi ini kemudian menyebabkan nyeri dan membatasi lingkup gerak sendi bahu. Kelompok usia yang sering terkena umumnya antara 40-60 tahun, dan lebih sering terjadi pada kaum wanita ketimbang laki-laki.

    Tahapan Pembekuan

    Penyakit ini terdiri dari beberapa fase, dan setiap fase memiliki lini waktunya masing-masing. Fase freezing adalah fase awal dimana Anda mulai merasakan nyeri bahu. Nyeri ini dapat memberat seiring dengan waktu, terutama malam hari. Lingkup gerak bahu Anda mulai terbatas terutama karena nyeri. Fase ini dapat berlangung antara 6 minggu hingga 9 bulan. Fase yang kedua adalah fase frozen. Di fase ini nyeri bahu mulai berkurang, namun kekakuan sendi semakin bertambah. Lama fase ini bervariasi antara 4-12 bulan. Jika lingkup gerak sendi bahu sudah mulai pemulihan, tandanya dimulai fase thawing. Akan tetapi, fase ini dapat berlangsung antara 6 bulan hingga 2 tahun.

    Konsultasikan Dengan Dokter

    Pada saat berkonsultasi, dokter akan mengevaluasi lingkup gerak sendi bahu Anda. Dokter akan meminta Anda untuk menggerakkan sendi bahu secara mandiri/aktif, lalu kemudian dokter akan memeriksa lingkup gerak pasif dengan menggerakkan sendi bahu Anda. Setelah pemeriksaan fisik mendalam, dokter mungkin akan memeriksakan pemeriksaan penunjang seperti x-ray, ultrasound, atau MRI untuk menentukan penyebab pasti dari nyeri dan keterbatasan gerak sendi bahu Anda.

    Melawan Bahu yang Beku

    Tujuan terapi utama dari frozen shoulder adalah meredakan nyeri, inflamasi, dan meningkatkan lingkup gerak sendi bahu. Anda mungkin akan diresepkan obat untuk meredakan nyeri dan inflamasi, atau bahkan suntikan ke sendi bahu. Kompres es pada bahu selama 10-15 menit beberapa kali sehari juga dapat membantu meredakan nyeri. Akan tetapi, kunci utama dari terapi ini adalah terapi fisik. Fase awal ditujukan untuk meregangkan kapsul sendi, diikuti dengan fase berikutnya untuk memperkuat otot-otot sekitar sendi bahu. Latihan terapi fisik pun tidak hanya dilakukan pada saat sesi bersama fisioterapis, namun juga perlu dilakukan setiap hari di rumah.

    Selama dalam masa terapi, hindari aktivitas mengangkat lengan keatas, memutar lengan, atau bahkan menjinjing barang yang berat. Operasi dapat dilakukan dengan melepaskan perlengketan pada struktur kapsul, membersihkan struktur yang terinflamasi, atau merekonstruksi struktur tertentu. Tindakan operasi ini biasanya dilakukan dengan alat artroskopi yang bersifat minimal invasive, alias operasi dengan luka sayatan yang minimal (key hole surgery). Sekitar 90% kasus frozen shoulderdapat pulih dengan konservatif tanpa operasi. Akan tetapi membutuhkan waktu yang bervariasi, antara beberapa bulan hingga 2-3 tahun. Pastikan Anda berkonsultasi dan kontrol berkala dengan dokter agar proses kemajuan penyakit dan latihan Anda terevaluasi, dan menentukan terapi yang tepat untuk Anda.

    Pulomas dr. Aldo Fransiskus Marsetio

    Artikel ditulis oleh dr. Aldo Fransiskus Marsetio, BMedSc, SpOT, Dokter Spesialis Orthopedi & traumatologi di OMNI Hospital Pulomas.

    Pendidikan & Pelatihan dr. Aldo Fransiskus Marsetio, BMedSc, SpOT :

    • The University of Melbourne
    • Faculty of Medicine, Dentistry and Health Sciences (Bachelor of Medical Science)
    • Universitas Indonesia – Faculty of Medicine, International Class (General Practitioner) Universitas Indonesia – Faculty of Medicine (Orthopaedic and Traumatology)
    • Chiang Mai University (Fellowship on General Orthopaedic)

    Jadwal praktek :

    Senin, Selasa & Kamis : Pk. 18.00 - 20.00 WIB

  • Nyeri Bahu Akibat Bekerja dari Rumah

     

    Bahu Anda tersusun atas sebuah sendi kompleks yang terdiri dari 3 tulang dan terhubung dengan banyak otot dan urat hingga ke area pundak dan tengkuk. Sedemikian

    Read More

     

    Bahu Anda tersusun atas sebuah sendi kompleks yang terdiri dari 3 tulang dan terhubung dengan banyak otot dan urat hingga ke area pundak dan tengkuk. Sedemikian kompleksnya sehingga Anda dapat melakukan begitu banyak aktivitas menggunakan lengan Anda. Akan tetapi, kompleksitas inilah yang juga membuat struktur tersebut sangat mudah cedera. Tanpa kejadian kecelakaan (trauma), nyeri bahu juga dapat disebabkan oleh pekerjaan yang dilakukan dalam periode waktu yang lama, berulang (repetitif), atau pada posisi tidak lazim. Stress yang diterima oleh sendi bahu ini lama kelamaan akan berakumulasi dan menyebabkan nyeri bahu kronis.

    Faktor resiko nyeri bahu kronis akibat pekerjaan

    Contoh pekerjaan berulang yang dapat berisiko nyeri bahu kronis ini antara lain adalah bekerja depan komputer dan menggunakan alat mouse, gerakan menggeser atau memindahkan barang, mengangkat barang beban berat, menggunakan mesin industri berat. Selain itu, posisi tubuh kita saat bekerja juga menjadi faktor resiko, misalnya postur duduk atau berdiri yang kurang baik, atau pekerjaan yang mengharuskan posisi yang tidak lazim, mengangkat lengan keatas melewati tinggi bahu atau dalam posisi statis untuk waktu yang cukup lama. Paparan pekerjaan pun juga bisa berpengaruh, misalnya pekerjaan yang memberikan paparan tekanan pada bahu, kontak sentuh untuk waktu yang lama, getaran, atau suhu yang ekstrim. Disamping itu semua, kebiasaan bekerja yang terlalu santai juga dapat melemahkan otot-otot bahu Anda sehingga mudah cedera.

    Posisi menentukan prestasi

    Resiko untuk nyeri bahu juga tetap ada walaupun kita bekerja dari lingkungan rumah. Lantas, bagaimana untuk mencegah nyeri bahu akibat bekerja dari rumah? Yang terpenting adalah mengatur posisi bekerja yang ergonomis. Dari posisi Anda terduduk, pastikan kedua kaki dapat memijak datar ke lantai atau tatakan kaki, dengan posisi paha Anda harus sejajar dengan lantai. Duduklah hingga pantat Anda menempel pada sandaran punggung.

    Siku Anda harus dapat bersandar ditatakan dan selalu berada dekat dengan tubuh, sehingga pergelangan tangan dan tangan Anda selalu sejajar dengan lengan bawah. Dengan demikian, bahu Anda akan dapat terasa rileks dan santai. Pastikan meja yang Anda pakai juga memiliki tinggi maksimal setinggi siku Anda saat terduduk. Jika perlu gunakan penyangga keyboard dan mouse. Atur ulang jika Anda harus menggunakan keyboard dan mouse dalam posisi tangan terentang, karena dapat menyebabkan nyeri otot pundak, terutama otot trapezius.

    Yang terakhir, pinggang Anda harus terganjal bantal atau sandaran punggung. Waspadalah karena seringkali seiring dengan lama kita bekerja, secara tidak sadar postur duduk kita cenderung turun sehingga postur pinggang menjadi membungkuk.

    Jika perlu, sediakan khusus ruangan untuk Anda bekerja, sehingga Anda dapat mengatur posisi Anda dan barang-barang yang Anda gunakan untuk bekerja. Layar monitor sebaiknya diberikan jarak sepanjang sekitar 1 lengan Anda, dengan sisi atas monitor sejajar dengan mata Anda, dan keyboard dan mouse berada di depan Anda. Jika perlu, gunakan mouse bergantian dengan sisi sebelahnya. 

    Mengatur jadwal bekerja dan rehat

    Untuk mencegah pola kerja yang monoton, gerakan repetitive, atau posisi statis, cobalah atur jadwal kerja Anda sehingga Anda tidak melakukan pekerjaan yang sama untuk berjam-jam. Variasikan jadwal pertemuan video, menelepon klien, mencetak dokumen, dan sebagainya. Sempatkan untuk beristirahat 30 detik setiap 30 menit untuk melakukan gerakan peregangan ringan bagi anggota tubuh tangan dan kaki Anda. Sempatkan juga untuk meninggalkan meja kerja sejenak setiap 2-3 jam, dan ambillah waktu sekitar 10 menit untuk istirahat.

    Pola gaya hidup sehat

    Terlepas dari semua kesibukan karena pekerjaan, dan lingkungan kerja yang ergonomis, tetap jangan pernah lupa untuk tetap selalu aktif berolahraga, diet makanan yang sehat, tidur yang cukup dan mengkonsumsi vitamin. Otot yang kuat dan nutrisi yang cukup dapat menjaga kekuatan sendi dan otot, melancarkan metabolism serta memperkuat sistem kekebalan tubuh. Jangan biarkan nyeri menghalangi Anda untuk bekerja. Segera konsultasikan nyeri Anda ke dokter sebelum terlambat.

    Pulomas dr. Aldo Fransiskus Marsetio

    Artikel ditulis oleh dr. Aldo Fransiskus Marsetio, BMedSc, SpOT, Dokter Spesialis Orthopedi & traumatologi di OMNI Hospital Pulomas.

    Pendidikan & Pelatihan dr. Aldo Fransiskus Marsetio, BMedSc, SpOT :

    • The University of Melbourne
    • Faculty of Medicine, Dentistry and Health Sciences (Bachelor of Medical Science)
    • Universitas Indonesia – Faculty of Medicine, International Class (General Practitioner) Universitas Indonesia – Faculty of Medicine (Orthopaedic and Traumatology)
    • Chiang Mai University (Fellowship on General Orthopaedic)

    Jadwal praktek :

    Senin, Selasa & Kamis : Pk. 18.00 - 20.00 WIB

Jadwal Praktek Dokter

Senin, Selasa & Kamis     :   08.00 - 10.00 WIB