Pulomas DOCTORS

Dr. Inez Ariadne Siregar, Sp.JP

Doctor

Dokter Spesialis Jantung

Inez Ariadne Siregar lahir di Surabaya, 27 Agustus 1967. Menempuh pendidikan strata satu dokter umum Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya 1986-1994, kemudian melanjutkan pendiidkan Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK UI 2001-2006. Perempuan berhijab ini akrab disapa dokter Inez dan bergabung dalam Tim Dokter Center of Excellence Cardiology OMNI Hospital Pulomas sejak tahun 2007 hingga sekarang.

  • Anggota Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia

Specialities 

  • S1 Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (1986 – 1994)
  • S2 Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (2001 - 2006)

Work Experience

  • Perwira kesehatan di Armada RI Kawasan Barat, Jakarta 1995-2001
  • Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah purna waktu di rumkita marinir cilandak 2007-sekarang
  • Pertolongan Pertama Ketika Seseorang Alami Serangan Jantung Mendadak

    Serangan jantung yang sering datang tiba-tiba memang perlu mendapatkan penangan cepat. Bila terlambat ditangani risiko kemantian mendadak akan semakin meningkat. Namun, sebelum tiba di rumah sakit dan mendapatkan penanganan dari

    Read More

    Serangan jantung yang sering datang tiba-tiba memang perlu mendapatkan penangan cepat. Bila terlambat ditangani risiko kemantian mendadak akan semakin meningkat. Namun, sebelum tiba di rumah sakit dan mendapatkan penanganan dari tim medis, keluarga atau orang-orang di sekitar sebetulnya juga bisa melakukan pertolongan sementara agar kondisinya tidak semakin memburuk.

    dr. Inez Ariadne Siregar, SpJP selaku Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah OMNI Hospital Pulomas mengatakan bila ada anggota keluarga yang terkena serangan jantung, sebaiknya jangan panik dan tetap tenang dalam memberikan pertolongan pertama agar tidak melakukan tindakan ceroboh.

    “Tindakan pertama yang harus dilakukan pertama kali adalah membaringkan orang tersebut agar lebih rileks dan jalan nafasnya menjadi lebih baik. Kemudian barang-barang di sekitar harus disingkirkan untuk memudahkannya menghirup udara,” ucap Inez. Selain itu, kondisi kesadaran pasien juga harus diperhatikan. Apabila tidak sadarkan diri, harus dipastikan kalau pernafasannya berjalan tetap baik.

    Inez menambahkan, kalau dia kesulitan bernapas, keluarganya yang memiliki kemampuan basic life support dapat memberikan nafas buatan atau melakukan kompresi dada. Kami memang menganjurkan keluarga pasien penyakit jantung agar memiliki kemampuan tersebut. Selanjutnya, bila kondisinya sudah mulai membaik segera periksakan ke dokter spesialis jantung untuk penanganan lebih lanjut.

    Bila jantungnya harus segera dioperasi, Inez juga mengingatkan untuk tidak menunda-nunda operasi yang justru bisa meningkatkan risiko lebih parah. “Bila tidak segera dioperasi, daya pompa jantung akan semakin menurun. Ini diakibatkan oleh pembuluh darah yang menyempit, sehingga suplai darah ke jantung berkurang. Kalau sudah begitu, risiko operasinya akan meningkat,” paparnya.

 

 

Jadwal Praktek Dokter

Kamis               :  15.00-19.00 WIB

Sabtu                :  08.00-13.00 WIB