Alam Sutera DOCTORS

Dr. Mufti Yunus, Sp.OG

Doctor

Alam Sutera Dr. Mufti Yunus

Dokter Spesialis Kebidanan & Penyakit kandungan / Obstetrician & Gynaecologist

Dr. Mufti Yunus, SpOG Adalah seorang Dokter Spesialis  Kandungan & Kebidanan (ObGyn) ,merupakan spesialisasi kedokteran yang terkait dengan perawatan kondisi yang melibatkan organ reproduksi wanita termasuk perawatan pada pasien hamil dan tidak hamil.

Dr. Mufti Yunus, SpOG Memiliki keahlian Bedah Kebidanan & Kandungan, Pertolongan persalinan (persalinan normal, Persalinan Cesar), Semua kasus yang berhubungan Mulai dari persiapan hamil , sedang hamil ,  proses Melahirkan  , Sesudah Melahirkan  termasuk melakukan tindakan Inseminasi atau sulit punya keturunan , Pra Menopause dan Pasca Menopause , 

Sebagai dokter obgyn Dr. Mufti Yunus, SpOG pun Ahli dalam bidang pelayanan yang pada saat ini sering di derita oleh pasien seperti diantaranya . Gangguan buang air kecil (  saat batuk Keluar urine  ) , Mioma Uteri,  Penyakit Kista , Turun Peranakan Infeksi Pada Organ reproduksi Wanita.

Dr. Mufti Yunus  saat ini Memperkenalkan  pelayanan dengan teknologi kesehatan di bidang estetika gynecologi, dunia menyebutnya "New Trend in Cosmetics Gyncologi" untuk mengatasi  SUI ( Stress Urinary Incontinence) / tidak bisa mengontrol buang air kecil,  Prolapsus uteri / Turun Peranakan , atau akibat proses persalinan normal yang lama , faktor umur ,Labioplastic ( bibir kemaluan , rusak dari lahir / sebab Lain ) Peremajaan Vagina VaginoPlasty , Laser Vaginal Lightening ( Pengencangan Vagina )

  •  Kursus keterampilan Bedah Dasar Obstetri dan Ginekologi (Kolegium Obstetri dan Ginekologi), Palembang
  • Kursus berkesinambungan, angkatan I Therapi cairan, elektrolit Dan Nutrisi Parenteral, Jakarta
  • Minimal Invasive Surgery in Brain Disease , Jakarta
  • Pelatihan resusitasi Neonatus (Provider)
  • Pelatihan Manajemen Penyakit Menular Seksual dengan Pendekatan Sindrom
  • Kursus USG Dasar dan lanjutan (Bagian Obstetri dan Ginekologi) FK UNAND
  • Pertemuan Ilmiah Tahunan XIV POGI sebagai pembicara dan peserta , Bandung
  • Pertemuan Ilmiah Tahunan XV POGIsebagai pembicara : Perubahan Aktifitas Seksual Wanita Hamil , Batam
  • Participant of Basic GynecologyEndoscopy on 14th Indonesian Obstetrician and Gynaecologist Congres , 2009 Surabaya - Indonesia
  • Seminar Keganasan Pada SaluranCerna : Skrining & Penatalaksanannya , Omni Alam Sutera - Tangerang 2010
  • Pembicara : “Drosperinon Sebagai Alat Kontrasepsi Baru “ Omni Alam Sutera 2010
  • Seminar Terapi Insulin : Fokuspada Basal dan Premix Insulin Serta Penggunaannya selama Ramadhan, Tangerang - Banten 2010
  • Seminar Alergi Dan Penatalaksanaannya, Tangerang Banten 2010
  • Seminar : Statin : New Roles InCoronary Heart Desease, Omni Alam Sutera
  • Basic Ultrasound Courses & CTG Workshop, Bandung
  • Kursus Ultrasonografi Lanjutan (Bagian Obstetri dan Ginekologi) FK UI (2010)
  • World Congress Perinatal Medicine In Developing Countries ( 2010)
  • Ian Donald Course ( 2010 )
  • Asia Pacific Cervical Spine Society Meeting, Spine and Pain Managment Approach for The Betterment An Intergrated Approach For The Betterment of Patient’s Quality of life APCSS (2011)
  • PIT POGI  XIX Jakarta 2011, From Simple Practice To Development Origin For Adult Diseases
  • Workshop and Simposium Kupas Tuntas Kelainan Haid , Bandung 2011
  • Workshop Laparascopy & Hysteroscopy dasar 2010
  • Workshop Laparascopy &Hysteroscopy advent , PIB V HiFERI, Denpasar , 2011
  • Pertemuan Ilmiah Berkala V Himpunan Fertilitas Endokrinologi Indonesia, Denpasar, 2011
  • Pertemuan Ilmiah Tahunan FETOMATERNAL 13 , Palembang, Maret 2012
  • Workshop Vaginal  Surgery , Pertemuan Ilmiah Tahunan IV HUGI 2012, Pekan Baru
  • Workshop dan Simposium Step By Step Penanganan Kelainan Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi, The Trans Luxury Hotel Bandung , 12 - 15 September 2012.
  • Vaginal Hysterectomy and Repair Vagina  Course , Held by Urogynecology and Pelvic Recontruction Surgery Division Departement of Obsteteric and Gynaecology Faculty of Medicine  Gajah Mada University  / Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta, November 24 2012

Specialities

  • S2 Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, 23 Agustus 2008
  • S1 Dokter Umum Fakultas Kedokteran di YARSI, tahun 1998

Pengalaman Kerja 

  • Kapala KSM OBGYN RS Omni Alam Sutera
  • Dokter di RS Omni Alam Sutera - Sampai sekarang
  • Dosen tidak tetap di lingkungan AKBID Yayasan Husada Madani Tangerang
  • Dokter RSUD Pasar Rebo 2008 - 2010
  • Dokter RSU Arga Makmur Bengkulu Utara
  • Dokter Puskesmas Ketahun Bengkulu Utara

Pengalaman Organisasi

  • Anggota IDI Cabang Bengkulu
  • Anggota PERBAKIN Bengkulu Utara
  • Anggota IDI Jakarta
  • Anggota IDI Tangerang Selatan
  • Anggota POGI Tangerang Selatan
  • Keunggulan Laparoskopi Ginekologi

    Laparoskopi adalah suatu prosedur pembedahan invasif minimal yang memungkinkan seorang dokter melihat dan mendeteksi kelainan organ-organ intra-abdomen. Teknik laparoskopi bukanlah hal yang baru apalagi dalam ilmu kedokteran reproduktif, hasilnya lebih

    Read More

    Laparoskopi adalah suatu prosedur pembedahan invasif minimal yang memungkinkan seorang dokter melihat dan mendeteksi kelainan organ-organ intra-abdomen. Teknik laparoskopi bukanlah hal yang baru apalagi dalam ilmu kedokteran reproduktif, hasilnya lebih memuaskan pada kasus-kasus kista endometris, sehingga tingkat kehamilan lebih besar. Tujuannya untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan dengan minimal invasif.

    Laparoskopi atau pembedahan dengan minimal invasif di Indonesia kurang lebih 20-30 tahun ini kian berkembang. Yang pada awalnya banyak bertujuan sebagai diagnostik saja sekarang banyak dilakukan untuk tindakan operatif, seperti pada kasus kehamilan diluar kandungan atau kehamilan ektopik, pengangkatan mioma uteri, pengangkatan rahim atau juga pengangkatan kista ovarium.

    Keuntungan perdarahan minimal, lama perawatan yang singkat, komplikasi yang rendah, luka operasi minimal dan tingkat presisi operasi tinggi. Keunggulan lainnya operator dapat memperbesar organ pada kasus ginekologi sampai 6 kali tergantung dengan jarak antara telescope dengan organ tersebut. Pada umumnya telescope yang digunakan 10 mm, sudut pandang 0 derajat sehingga medan iperasi bisa terlihat dengan jelas. Laparoskopi operatif ini selain operator yang memiliki kemampuan yang memadai juga harus mempunyai instrument atau alat-alat yang lengkap juga tum operatif yang terlatih. Dengan berkembangnya inovasi instrumen dan teknik operasi indikasi laparoskopi operatif menjadi lebih luas.

    Jenis Bedah Laparoskopi

    • Laparoskopi Diagnostik

    • Laparoskopi Operatif

      • Diawali dengan membuat lubang didaerah umbilicus atau pusar, kemudian dimasukkan gas CO2 melalui alat yang disebut insufflator sehingga terciptalah ruang semu pada kavum abdomen. Dengan insufflator ini dapat mengontrol secara otomatis tekanan gas CO2 nya secara terus-menerus sesuai tekanan intra abdomen (12 mmHg), setelah itu dimasukkan trokar yang kemudian baru dimasukkan telescope. Gambaran organ-organ tersebut baru terlihat setelah memasukan teleskop ke dalam intra-abdomen.

    Laparoskopi Diagnostik sering dilakukan jika alat-alat tes diagnostik lainnya seperti USG, X-ray idak dapat menentukan secara pasti suatu keadaan/ kelainan patologis

    • Laparoskopi diagnostik pertamakali oleh ahli ginekologi mendiagnosa kelainan-kelainan organ reproduksi wanita (uterus, tuba fallopi dan ovarium)

    Indikasi Laparoskopi Diagnostik di bidang Ginekologi

    • Kausa infertility (t.u faktor tuba & peritoneum)

    • Kausa Nyeri Pelvis ('Pelvic Pain')

    • Kista Endometriosis

    • Kehamilan Ektopik

    • Tumor / massa adneksa

    Kontra Indikasi, tapi tidak absolut;

    • Obesitas, BMI kurang dari 30 kg/m2

    • Riwayat operasi abdomen sebelumnya

    • Faktor Risiko Anestesi :

      • Saat makan minum terakhir (puasa)

      • Kelainan Jantung

      • Kelainan Paru

    Laparoskopi Ginekologi adalah tindakan laparoskopi pada kasus penyakit kandungan. Indikasi untuk laparoskopi operatif telah diperluas dan semakin maju selama dekade terakhir ini dibandingkan dengan laparatomi.bedanya dengan laparatomi, insisi atau irisan hanya kecil biasanya 1-2 cm pada dinding perut, yang diawali didaerah pusar atau umbilicus dibuat seperti lubang. Lubang bisa dibuat 3 atau bisa 4 lubang.

    Peran laparoskopi pada kasus kista endometriosis bertujuan menghilangkan gejala (dismenorhoe, infertilitas, dispareune, dll). Menghilangkan implam endometriosis atau kisata kekambuhan dan juga membebaskan atas perlengketan, serta memperbaiki struktur anatomi organ reproduksi. Untuk ukuran kista yang lebih dari 3 cm dilakukan kistektomi dengan menunggalkan jaringan ovarium yang sehat, sedangkan yang kurang sehat dari 3 cm dilakukan drainase dan dikauter.

    Miomektomi mungkin dilakukan dengan laparoskopi pada kasus tertentu, khususnya di sunserosa dan mioma interstitial 1-4. saat ini, besar sejumlah tim menggunakan miomektomi laparoskopi, membuktikan bahwa teknik ini layak terus dikembangkan. Deteksi pra operatif dan evaluasi miom harus sangat teliti, dengan bantuan USG abdomen ataupun dengan USG transvaginal sehingga massa tumor dapat diprediksi sebelumnya.

    Pada kasus mioma uteri dibandingkan dengan laparatomi, pada laparoskopi miomektomi memiliki kelebihan nyeri minimal, perdarahan sedikit, morbiditas rendah dan penyembuhan cepat. Tapi kelemahannya dimana bila ukuran miom lebih dari 8-10 cm berdasarkan konsensus bersama tidak dapat dilakukan dengan cara laparoskopi. Dan juga mioma uteri biasanya tidak sehari, bisa beberapa buah, itu juga yang menjadi indikasi laparoskopi. Untuk mioma uteri yang subserosa dan intertisiil adalah indikasi elektif untuk laparoskopi, sedangkan untuk mioma yang submukosum atau yang letaknya didalam rahim akan lebih baik alternatif dengan dilakukan histeroscopy juga. Teknik laparoskopi pada kasus miomektomi, prinsipnya menghindari terjadinya trauma pada jaringan sekitarnya, dikarenakan ruang operasi yang sangat terbatas.

    Jadi, keuntungan tindakan laparoskopi karena luka insisi yang kecil maka luka penyembuhannya yang singkat sehingga pasien bisa cepat melakukan aktifitas seperti biasa. Dan juga perawatan di ruang rawat inap hanya sebentar dan terkadang tidak perlu di rawat lantaran rasa nyeri yang sedikit dan efek perlengketan pasca operasi lebih minimal dibandingkan dengan laparatomi. Sedangkan kerugiannya, biaya yang dibutuhkan lebih besar dikarenakan menggunakan tambahan alat-alat yang canggih. (sumber: http://www.womenandproblems.com)

  • laparoskopi

    Operasi laparoskopi, juga disebut bedah invasif minimal (MIS),operasi bandaid, atau operasi lubang kunci, adalah teknik bedah modern di mana operasi dilakukan jauh dari lokasi mereka melalui sayatan kecil (biasanya

    Read More

    Operasi laparoskopi, juga disebut bedah invasif minimal (MIS),operasi bandaid, atau operasi lubang kunci, adalah teknik bedah modern di mana operasi dilakukan jauh dari lokasi mereka melalui sayatan kecil (biasanya 0,5-1,5 cm) di tempat lain di tubuh.

    Ada sejumlah keuntungan untuk pasien dengan operasi laparoskopi versus lebih umum, prosedur terbuka. Nyeri dan pendarahan berkurang karena sayatan lebih kecil dan waktu pemulihan lebih pendek. Elemen kunci dalam operasi laparoskopi adalah penggunaan laparoskop, sistem kabel serat optik panjang yang memungkinkan tampilan daerah yang terkena oleh mengular kabel dari lokasi yang diakses lebih jauh, tetapi lebih mudah.

    Ada dua jenis laparoskop:  sistem lensa batang teleskopik, yang biasanya terhubung ke kamera video (chip tunggal atau tiga chip), atau  laparoskop digital di mana perangkat charge-coupled ditempatkan di akhir dari laparoskopi.

    Juga terlampir adalah sistem kabel serat optik terhubung ke 'dingin' sumber cahaya (halogen atau xenon), untuk menerangi bidang operasi, yang dimasukkan melalui 5 mm atau 10 mm kanula atau trocar. Perut biasanya insufflated dengan gas karbon dioksida. Ini mengangkat dinding perut di atas organ-organ internal untuk membuat kerja dan melihat ruang. CO2 digunakan karena itu adalah umum untuk tubuh manusia dan dapat diserap oleh jaringan dan dihapus oleh sistem pernapasan. Hal ini juga tidak mudah terbakar, yang penting karena perangkat electrosurgical yang umum digunakan dalam prosedur laparoskopi.

    Operasi laparoskopi meliputi operasi dalam rongga perut atau panggul, sedangkan operasi lubang kunci dilakukan pada rongga dada atau dada disebut operasi thoracoscopic. Instrumen bedah khusus yang digunakan dalam operasi laparoskopi meliputi: forceps, gunting, probe, dissectors, kait, retraktor dan banyak lagi. Laparoskopi dan operasi thoracoscopic termasuk bidang yang lebih luas dari endoskopi.

     


    sumber artikel : wiki

  • Manfaat ASI Bagi Buah Hati

    Air Susu Ibu (ASI) mempunyai 400 kandungan nutrisi didalamnya yang sangat baik untuk asupan sang buah hati. Dengan banyaknya khasiat terkandung didalamnya, ASI dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan bayi hingga tahapan

    Read More

    Air Susu Ibu (ASI) mempunyai 400 kandungan nutrisi didalamnya yang sangat baik untuk asupan sang buah hati. Dengan banyaknya khasiat terkandung didalamnya, ASI dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan bayi hingga tahapan tumbuh kembang. Apabila ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan juga dapat menekan risiko sakit infeksi telinga, radang paru-paru (pneumonia), radang pencernaan (gastroenteritis), dan sekaligus meningkatkan kecerdasan pada bayi. Berikut ini 6 (enam) manfaat ASI bagi buah hati yang perlu ibu ketahui :

    -ASI mengandung zat gizi paling sempurna untuk pertumbuhan bayi dan perkembangan kecerdasannya
    Bila dibandingkan ASI dengan produk susu kalengan atau formula untuk sang buah hati, ASI tetap terunggul dan tak terkalahkan. Karena ASI memiliki semua kandungan zat terpenting yang dibutuhkan oleh bayi, seperti DHA, AA, Omega 6, laktosa, taurin, protein, laktobasius, vitamin A, kolostrum, lemak, zat besi, laktoferin dan lisozim.


    -ASI sebagai sarana untuk mendekatkan sang ibu dengan bauh hatinya
    Asi merupakan makanan utama sang buah hati setelah dilahirkan. Selain sebagai makanan utama ASI juga berperan dalam mendekatkan kedekatan jiwa antara sang ibu dengan sang anak. Bahkan pemberian ASI eksklusif juga dapat memiliki kedekatan dan hubungan yang lebih baik.


    -ASI memberikan kekebalan tubuh yang optimal untuk bayi
    ASI yang keluar pertama kali usai persalinan mengandung kolostrum untuk menigkatkan daya tahan tubuh lebih baik dibanding pemberian ASI berikutnya. Hal ini karena ASI pertama mengandung zat kekebalan tubuh yang lebih tinggi, sehingga sangat bermanfaat untuk pembentukan sistim imun sang bayi.


    -ASI selalu tersedia, higienis, tidak basi dan selalu segar
    Tidak seperti susu yang lain, ASI tidak akan basi karena langsung dihasilkan dari payudara sang ibu tanpa campur tangan bahan kimia. Agar ASI yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, sang ibu harus memerhatikan asupan makanan yang dikonsumsinya bergizi seimbang dan tepat.


    -ASI menjadi pelindung yang baik
    ASI menjadi pelindung tang baik untuk sang bayi dari berbagai penyakit atau insiden seperti kematian bayi secara mendadak, gangguan pencernaan, diare, infeksi telinga dan lain-lain. Selain itu, ASI juga mampu memberi rangsangan kepada sang bayi agar kebal terhadap berbagai bahan makanan dan memberikan perlindungan dari berbagai alergi makanan.


    -ASI mengandung kalori 67-68 kkal/100 ml yang menjadi sumber energi ideal bagi pertumbuhan bayi.
    Pemberian ASI bermanfaat bagi ibu dan anak


    Manfaat ASI bukan hanya untuk sang bayi akan tetapi juga sangat baik untuk sang ibu, karena dengan menyusui sang ibu dapat melepaskan ketegangan yang ada pada payudaranya. Selain itu, memperkecil risiko sang ibu terkena kanker ovarium, dibanding dengan wanita yang tidak memberikan ASI.

     

     

     

    Dr. Mufti Yunus

    Dr. Mufti Yunus Sp.OG 
    READ MORE

  • Perhatikan Enam Hal Tatacara ibu Menyusui Yang Benar dan Tepat

    Meski menyusui merupakan hal alami, ternyata tidak semua ibu tahu tentang teknik cara menyusui yang benar dan tak jarang mengalami kesulitan menjalankan proses tersebut. Padahal kunci sukses dalam memberikan ASI

    Read More

    Meski menyusui merupakan hal alami, ternyata tidak semua ibu tahu tentang teknik cara menyusui yang benar dan tak jarang mengalami kesulitan menjalankan proses tersebut. Padahal kunci sukses dalam memberikan ASI pada sang buah hati tergantung pada ketepatan teknik menyusui sang ibu. Jangan buru-buru berkecil hati. Dengan mempraktikkan beberapa langkah cara menyusui yang benar, maka proses menyusui akan lebih mudah bagi ibu dan bayi.

     

    Beberapa hal ini dapat dilakukan agar proses menyusui mudah dan menyenangkan bagi ibu dan bayi, sebagai berikut:

    • Biasakan ibu selalu mencuci tangan dan mengusap putting dengan air hangat setiap sebelum memberikan ASI pada sang buah hati

    • Pastikan ibu dan bayi berada dalam kondisi rileks dan nyaman. Ibu dudu atau tiduran dengan senyaman mungkin dan posisikan yang nyaman juga untuk sang buah hati. Akan tetapi kenyamanan sang buah hati lebih menjadi perhatian.

    • Letakkan sang buah hati menghadap bunda dengan posisi perut si kecil menempel ke perut bunda, dagu si kecil menempel dengan bunda, mulut bayi terbuka lebar dan harus menutupi semua daerah gelap yang dekat dengan putting (aerola mamae) agar mulut si kecil membuka lebar dengan sempurna.

    • Perlu diperhatikan, posisi kepala bayi harus lebih tinggi dibandingkan tubuhnya. Hal ini dimaksudkan agar bayi lebih mudah menelan. Ibu juga dapat menyangga dengan tangan ataupun mengganjalnya dengan bantal. Kemudian, tempatkan hidung bayi sejajar dengan puting. Hal ini akan mendrong bayi membuka mulutnya.

    • Ketika si kecil mulai membuka mulutnya dan ingin menyusu, maka dekatkan bayi ke payudara ibu. Tunggu hingga mulutnya terbuka dengan lebar dengan posisi lidah ke arah bawah. Jika bayi belum melakukannya, ibu dapat membantu bayi dengan menyentuh lembut bagian atas bibir bayi.

    • Posisi perlekatan terbaik bayi menyusui yaitu perlekatan asimetris. Pada perlekatan ini, mulut bayi tidak hanya menempel pada puting payudara, tapi pada area bawah puting payudara dan selebar mungkin. Perlekatan ini merupakan salah satu syarat penting dalam cara menyusui dengan benar.

    • Tanda bahwa perlekatan sudah baik yaitu ketika ibu tidak merasakan nyeri saat bayi menyusu dan bayi memperoleh ASI yang mencukupi. Ibu dapat mendengarkan saat bayi menelan ASI.

    • Jika ibu merasa nyeri, lepas perlekatan dengan memasukan jari kelingking ke arah gusi dan puting. Kemudian, coba lagi untuk perlekatan yang lebih baik. Setelah perlekatan sudah benar, umumnya bayi akan dapat menyusu dengan baik.

    • Berikan ASI sampai payudara ibu terasa kosong. Bayi menyusu sekitar 5 hingga 40 menit, tergantung kebutuhannya. Umumnya dibutuhkan beberapa waktu untuk adaptasi ibu dan bayi agar proses menyusui berjalan lancar. Dan bila sudah selesai memberikan ASI ke buah hati, maka tepuk punggung si kecil untuk bersendawa agar tidak terjadi cegukan. Selamat mempraktikkan ya mom.

Jadwal Praktek Dokter :

Senin – Jumat : 09.00-14.00 WIB & 18.00-21.00 WIB

Sabtu               : 09.00-14.00 WIB