Pulomas DOCTORS

dr. Rachmat Hamonangan, Sp.PD-KKV, FINASIM, FACP, FICA

Doctor

Pulomas dr. Rachmat Hamonangan

Spesialis Penyakit Dalam - Konsultan Kardio Vaskular

Specialities

  • Dokter Umum, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2004
  • Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2010
  • Konsultan Kardiovaskular, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
  • Pelatihan Intervensi Kardiovaskular, Institut Jantung Negara, Malaysia, 2017-2018
  • FINASIM : Fellow The Indonesian Society of Internal Medicine 2015
  • FACP : Fellow American College of Physician 2015
  • FICA : Fellow of International College of Angiology 2016 

Work Experiences

  • Cardiologist at St. Carolus Hospital
  • Cardiologist at OMNI Hospitals Pekayon, September 2018 - present.
  • Bagaimana Penyakit Jantung Koroner Terjadi ?

    Apakah Anda tahu apa yang dimaksud jantung koroner? Gejalanya? Yang berisiko mengalaminya? Nah, berikut tanya jawab tentang jantung koroner

    Bagaimana penyakit jantung koroner terjadi ?

    Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya sumbatan

    Read More

    Apakah Anda tahu apa yang dimaksud jantung koroner? Gejalanya? Yang berisiko mengalaminya? Nah, berikut tanya jawab tentang jantung koroner

    Bagaimana penyakit jantung koroner terjadi ?

    Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya sumbatan / penyempitan pada pembuluh darah yang membawa darah / oksigen ke otot jantung. Prosesnya disebut aterosklerosis di mana lemak (LDL) masuk ke lapisan tengah dinding pembuluh darah.

    Gejalanya?

    Paling sering adalah nyeri dada atau sesak. Pada fase awal muncul saat beraktivitas, misal berolahraga di mana otot jantung perlu nutrisi dan oksigen lebih banyak, tapi karena ada penyempitan pembuluh darah maka jantung mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi yang menyebabkan gejala nyeri dada.

    Faktor apa saja yang bisa meningkatkan risiko jantung koroner ?

    Faktor yang tak bisa dimodif kasi adalah bertambahnya usia, jenis kelamin (laki-laki lebih berisiko ketimbang perempuan), dan riwayat keluarga yang pernah mengalami penyakit jantung koroner/stroke terutama pada usia muda. Faktor yang bisa diubah adalah hipertensi, diabetes, kolesterol, kegemukan, kurang aktivitas, stres, dan merokok.

    Apakah jantung koroner dapat dicegah ?

    Tentu. Kendalikan faktor risiko yang bisa dimodif kasi dan lakukan skrining untuk deteksi dini. Untuk usia di bawah 40, periksa tekanan darah sekali setahun. Periksa kolesterol dan kadar gula darah 3-4 tahun sekali. Untuk usia 40 tahun ke atas, skrining kesehatan dianjurkan rutin setahun sekali. Bila dalam pemeriksaan diketahui ada risiko jantung kor oner, perlu dilakukan terapi, baik dengan gaya hidup sehat maupun obat.

    Artikel ditulis oleh dr. Rachmat Hamonangan, Sp.PD-KKV, FINASIM, FACP, FICA (Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardio Vaskular OMNI Hospital Pekayon)

    Pendidikan & Pelatihan dr. Rachmat Hamonangan, Sp.PD-KKV, FINASIM, FACP, FICA :

    • Dokter Umum, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
    • Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
    • Konsultan Kardiovaskular, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
    • Pelatihan Intervensi Kardiovaskular, Institut Jantung Negara, Malaysia
    • FINASIM : Fellow The Indonesian Society of Internal Medicine
    • FACP : Fellow American College of Physician
    • FICA : Fellow of International College of Angiology

    Jadwal Praktek :

    Senin, Selasa, Rabu, Jumat & Sabtu    : Pk. 17.00 - 20.00 WIB

Jadwal Praktek Dokter

Senin, Selasa, Rabu &  Jumat : 17.00 - 20.00 WIB

Sabtu                                          : 17.00 - 21.00 WIB