Alam Sutera DOCTORS

Drg. Evrita Ramli, Sp.KGA

Doctor

Alam Sutera Drg. Evrita Ramli

Dokter Spesialis Gigi Anak

Experiences

  • The Asia  Defense Force Dentistry Commission APDC 2007 Jakarta.
  • Peserta dan Panitya Bakti sosial dalam rangka hari anak nasional 2008 IDGAI Dki Jaya dan Unit Korpri TNI.
  • Seminar Ilmiah dan Workshop IDGAI DKI JAYA " Esthetic in  Pediatric Dentistry"  Jakarta Desember 2009.
  • The 15th Scientific Meeting and Refresher Course in Dentistry Faculty of Dentistry, Universitas Indonesia, Jakarta, 2009 as a Speaker in Oral    Presentation.
  • Seminar dan Workshop Rangkian Program Continuing Professional Development ( CPD ) Bandung Maret 2009.
  • 3nd National Scientific Meeting in Pediatric Dentistry, Yogyakarta, Juli 2009.
  • Minor Surgery in Pediatric Dentistry Jakarta Januari 2010 FKG UI.
  • Arisan ilmiah IDGAI DKI Jaya "Penanganan Holistic Traumatic Injury Gigi Anterior Anak" Jakarta - Februari 2011
  • PERTEMUAN ILMIAH NASIONAL IDGAI - V "Early Dental care in Children for the Future" Makassar, Mei 2011
  • Continuing Professional Development (CPD) "Management of Pediatric Dental Patient with Nitrous Oxide Sedation & Computer-controlled Local Anesthetics Delivery System" Jakarta, Januari 2012
  • 8th Biennial Conference Pediatric Dentistry Association of Asia Bali, May 2012
  • Better Hope for Oral Health in Disable Children (CPD) Surabaya, November 2012
  • KPPIKG 2013 "16th Scientific Meeting & Refresher Course in Dentistry" Jakarta, Februari 2013
  • As Participant in Management Growing Jaws (CPD) Bandung, Februari 2013
  • Total Professionalism in Pediatric Orthodontic Treatment (CPD) Makassar, Mei 2013
  • The 7th National Scientific Meeting in Pediatric Dentistry IDGAI Surabaya, Februari 2014
  • 3rd Tangerang Dentistry "The Aesthetic Aspects in Dentistry" Tangerang, September 2014
  • Pelatihan Basic Life Support untuk Dokter Gigi Rumah Sakit Umum Pusat DR. SARDJITO Yogyakarta, November 2014
  • IDGAI Contiuning Profesionalism Development (CPD) "Berbagai Aspek Perawatan Komprehensif pada Anak dengan Karies Rampan pada Masa Tumbuh Kembang" Yogyakarta, November 2014
  • Table Clinic Live Demo adisi CPD FKG UGM Yogyakarta, Juni 2015
  • Seminar Nasional dan Hands On IDGAI Pengwil Makassar ke IV, Agustus 2015
  • BAksos IDGAI PENGWIL Makassar ke IV, Agustus 2015
  • Bakti Sosial IDGAI JAYA SDN 01 Ancol Jakarta, Oktober 2015
  • Musyawarah Daerah IDGAI Pengda DKI Jakarta "IDGAI Spreads the Love on Anyo Charity Run & Festival" Tangerang, Februari 2016
  • The 9th National Scientific Meeting in Indonesian Pediatric Dentist ASsociation - Pediatric Dentistry Solo, April 2016.

Specialities

  • S2 Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2009.
  • S1 Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 1991.

Pengalaman Kerja 

  • Dokter Gigi Satkes Denma Mabes TNI Cilangkap, 1991
  • Dokter Gigi di Klinik Graha Pamulang, 1996 - 2006
  • Canina Dental Child Klinik Plaza Bintaro Satoe, 2007 - 2009
  • Pediatric Dentist di Dentist and Dentist Group OMNI Hospital Alam Sutera, BSD, Desember 2008 - sekarang
  • Pediatric Dentist di Mom & Child Care Clinic Gading Serpong, Tangerang, Agustus 2009
  • Dokter Gigi Anak di Kiddy Dental Ruko Tol Boulevard BSD Apotik K 24.
  • Cegah Karies Secara Dini Pada Anak dengan Pit dan Fissure Sealant

    Pada anak-anak gigi geraham pertama akan tumbuh mulai usia 6 tahun tersebut harus dirawat dan dijaga kebersihannya mengingat bila berlubang atau karies tidak ada gantinya lagi. Oleh karena itu, sejak

    Read More

    Pada anak-anak gigi geraham pertama akan tumbuh mulai usia 6 tahun tersebut harus dirawat dan dijaga kebersihannya mengingat bila berlubang atau karies tidak ada gantinya lagi. Oleh karena itu, sejak dini perlu dilakukan perawatan pencegahan karies untuk gigi geraham tetap dengan Pit Fissure Sealant.

    Permukaan gigi belakang yang kita pakai untuk mengunyah tidak rata dan datar, melainkan memiliki ceruk-ceruk yang sempit dan dalam (pit dan fissure). Kedalaman dan bentuk pit serta fissure ini bervariasi antar individu. Ada orang yang pit dan fissure di permukaan gigi gerahamnya lebih dalam dan sempit dibandingkan yang lain. Didalam pit dan fissure inilah sisa-sisa makanan terjebak dan sulit dibersihkan oleh sikat gigi, bahkan yang memiliki bulu sikat paling halus sekalipun.

    Kondisi ini sangat kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan bakteri, yang lama-kelamaan pada bagian ini dapat berkembang menjadi karies gigi. Hal ini dapat terutama terjadi pada anak-anak, pada gigi tetapnya yang baru tumbuh. Namun dapat juga terjadi pada orang dewasa.

    Salah satu curu khas karies yang terjadi pada gigi adalah karies menggaung, dimana permukaan gigi secara kasat mata tampak utuh dan bagus tapi sebetulnya karies sudah mencapai lapisan dentin yang jauh lebih lunak dan mudah terserang karies dibandingkan lapisan email gigi yang lebih keras. Karies seperti ini baru terdeteksi saat dokter gigi melakukan pemeriksaan dengan menelusuri pit dan fissure dengan instrumen yang ujungnya runcing, yang disebut sonde. Bila ada suatu titik dimana sonde tersangkut, besar kemungkinan disitulah letak akses karies ke lapisan dentin. Lubang yang sangat kecil ini bila dipreparasi oleh dokter dengan menggunakan bur dapat menjadi besar, karena lapisan email yang tidak terdukung oleh lapisan dentin harus diambil sebab jika dibiarkan pun lama-lama email tersebut akan pecah. Setelah itu barulah terlihat lubang yang menganga dibawahnya.

    Permukaan gigi geraham dengan dibagian pit dan fisur yang berwarna kecokelatan/ kehitaman adalah sebagai tanda telah terjadi proses karies. Salah satu cara yang dapat mencegah karies pit dan fissure adalah dengan menutup bagian tersebut dengan suatu bahan adhesive yang dapat mengalir dengan baik ke dalam pit dan fissure. Waktu yang terbaik adalah sesegera mungkin setelah gigi molar (geraham) pertama baru tumbuh/ erupsi, yaitu saat anak berusia ± 6 tahun. Setelah itu prosedur ini juga perlu dilakukan pada saat gigi molar kedua baru erupsi yaitu saat anak berusia ± 12 tahun.

    Bahan yang digunakan adalah bahan adhesive berbahan dasar resin yang dioleskan ke permukaan gigi yang telah dibersihkan, lalu dikeraskan dengan bantuan sinar (visible light curing unit). Bahan sealant ini terus-menerus dikembangkan, dan yang kini lazim digunakan adalah resin komposit flowable yang dapat mengalir dengan baik dan dengan mudah menutupi bagian-bagian pit dan fissure. Atau dengan bahan mengalir jenis glass ionomer cement.

    Prosedur pengaplikasian pit and fissure sealant ini tidak hanya cocok untuk anak-anak. Pada orang dewasa dengan resiko karies tinggi pun dapat dilakukan pit and fissure sealant. Namun pada orang dewasa, perlu pemeriksaan seksama untuk memastikan apakah memang betul-betul belum ada karies yang sudah terjadi di bagian pit dan fissure. Jika sudah ada karies, maka penanganannya bukan lagi dengan pit and fissure sealany, tapi gigi tersebut harus dipreparasi dan ditambal dengan bahan tambal yang sesuai.

    Dengan pemeliharaan oral hygiene yang baik dan prosedur aplikasi yang sesuai standar operasional, bahan sealant ini dapat bertahan hingga bertahun-tahun. Prosedur ini sudah sejak lama menjadi cara yang efektif untuk pencegahan karies, sehingga memperkecil biaya yang mungkin dikeluarkan di kemudian hari untuk penambalan, perawatan saluran akar, atau pencabutan pada gigi yang mengalami karies.


     

    Drg. Evrita Ramli, Sp.KGA | Dokter Spesialis Gigi Anak

     

Jadwal Praktek Dokter

Selasa    : 16.30 - 19.30 WIB

Sabtu      : 14.30 - 19.30 WIB